Kapoksi Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bambang Patijaya
Bambang Patijaya Dorong Industri Bioetanol Siap Sambut Implementasi E20
Jakarta, 5 Oktober 2026 – Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Bambang Patijaya menyambut positif arah pemerintah meningkatkan pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar. Setelah penggunaan E5, pengembangan menuju E20 dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Menurut Bambang, peningkatan penggunaan bioetanol juga membuka peluang besar bagi industri nasional. Kebutuhan bioetanol yang semakin meningkat dapat mendorong investasi baru sekaligus memperluas pemanfaatan bahan baku dari dalam negeri.
“Ini langkah yang positif. Kita bukan hanya bicara mengurangi ketergantungan terhadap impor bensin, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya industri bioetanol di dalam negeri,” kata Kapoksi Golkar di Komisi XII DPR RI ini.
Bambang mengatakan, peningkatan bauran bioetanol perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan kapasitas produksi dan ketersediaan bahan baku. Saat ini, kapasitas fuel grade ethanol (FGE) dari lima produsen yang tercatat dalam bahan Kementerian ESDM mencapai sekitar 70.500 kiloliter hingga Juli 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang untuk mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional. “Potensi kita besar. Tinggal bagaimana kapasitas industrinya terus tumbuh dan pasokan bahan bakunya semakin kuat sehingga peningkatan pemanfaatan bioetanol ke depan dapat didukung semaksimal mungkin dari dalam negeri,” ujarnya.
Bambang menambahkan, peluang tersebut semakin terbuka karena sumber bahan baku bioetanol cukup beragam. Kementerian ESDM tengah mengkaji pendekatan multifeedstock, antara lain molases atau tebu, singkong pahit dan tongkol jagung, serta pada tahap berikutnya sorgum, sagu, dan aren.
“Kalau industri dan pasokan bahan bakunya tumbuh bersama, manfaatnya akan semakin luas. Kita bisa memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri,” tutup legislator asal daerah pemilihan Bangka Belitung itu.
