Menko Bahlil: PLTS 100 GWp Berpotensi Hemat Subsidi Listrik hingga Rp73 Triliun

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Menko Bahlil: PLTS 100 GWp Berpotensi Hemat Subsidi Listrik hingga Rp73 Triliun Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat diwawancarai wartawan di sela-sela Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu (7/10).

Menko Bahlil: PLTS 100 GWp Berpotensi Hemat Subsidi Listrik hingga Rp73 Triliun

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hilirisasi) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan potensi penghematan anggaran negara dari pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).

Menurut Bahlil, apabila seluruh proyek PLTS 100 GWp tersebut berhasil direalisasikan, pemerintah berpotensi melakukan efisiensi subsidi listrik hingga sekitar Rp73 triliun.

Program pembangunan PLTS 100 GWp tersebut diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS. Tahap awal program telah dimulai melalui pembangunan 14 PLTS yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp.

"Dan ini InsyaAllah kalau semua selesai, mampu kita melakukan efisiensi terhadap subsidi APBN kita kurang lebih sekitar Rp70 sampai Rp73 triliun," ujar Menteri Bahlil dalam acara Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu. (7/10/26).

Bahlil menilai potensi penghematan tersebut menjadi penting bagi keuangan negara, mengingat beban anggaran untuk subsidi dan kompensasi listrik saat ini telah mencapai lebih dari Rp200 triliun.

"Karena total subsidi dan kompensasi untuk di listrik sekarang udah lebih dari 200 triliun, besar sekali APBN kita Bapak, Ibu semua. Besar sekali. Jadi memang harus ada inovasi gerakan cepat untuk kita bisa melakukan hal ini," ujar Menteri Bahlil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program pembangunan PLTS berkapasitas 100 GWp. Pada tahap awal, pemerintah memulai pembangunan 14 PLTS dengan kapasitas gabungan 5,3 GWp yang tersebar di enam provinsi.

"Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan program PLTS 100 GWp, diawali dengan 14 PLTS di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau berkapasitas total 5,3 gigawatt peak," kata Prabowo.

Peluncuran sekaligus peletakan batu pertama proyek tersebut dilaksanakan di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa-Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.

Prabowo menargetkan keseluruhan pembangunan PLTS 100 GWp dapat dituntaskan dalam kurun waktu tiga tahun. Bahkan, Kepala Negara mendorong jajaran terkait untuk menyelesaikannya lebih cepat, yakni dalam waktu dua tahun.

Menurut Prabowo, pengembangan pembangkit listrik berbasis energi surya merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

"Intinya 100 gigawatt kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia," katanya.

Untuk mempercepat realisasi program tersebut, Prabowo juga meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), PT PLN (Persero), serta PT Pertamina (Persero) bekerja secara cepat dan terkoordinasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Share: