Jamaludin Malik Minta PTBA Perkuat Kapasitas Angkutan Batu Bara demi Ketahanan Energi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XII
Jamaludin Malik Minta PTBA Perkuat Kapasitas Angkutan Batu Bara demi Ketahanan Energi Anggota Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Bandar Lampung, (9/10). Foto: dpr.go.id

Jamaludin Malik Minta PTBA Perkuat Kapasitas Angkutan Batu Bara demi Ketahanan Energi

Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI Jamaludin Malik menekankan pentingnya penguatan infrastruktur transportasi batu bara PT Bukit Asam (PTBA) untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional. Ia mengingatkan agar keterbatasan kapasitas angkutan tidak menjadi kendala dalam memenuhi kebutuhan batu bara, terutama bagi pembangkit listrik.

Hal tersebut disampaikan Jamaludin saat mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI di Bandar Lampung, Lampung, Jumat (9/10/26). Dalam pertemuan tersebut, ia meminta PTBA memastikan kesiapan jalur distribusi sejalan dengan proyeksi peningkatan kebutuhan batu bara pada masa mendatang.

Menurut Jamaludin, kemampuan infrastruktur angkutan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran distribusi batu bara. Karena itu, perusahaan perlu menyiapkan langkah antisipatif agar peningkatan produksi dan kebutuhan pasokan dapat diimbangi dengan kapasitas transportasi yang memadai.

“Pertanyaan saya, bagaimana PTBA memastikan bahwa keterbatasan kapasitas jalur tidak menjadi hambatan struktural terhadap peningkatan distribusi batu bara pada masa yang akan datang?” ujar Jamaludin.

Menanggapi hal tersebut, PTBA menjelaskan rencana penambahan kapasitas jalur pasokan batu bara di Sumatera Selatan melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pengembangan infrastruktur ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan mencapai tingkat operasional yang lebih optimal pada 2028.

Melalui pengembangan tersebut, kapasitas angkutan batu bara ditargetkan meningkat dari sekitar 50 juta ton menjadi 70 juta ton. Sementara itu, Pelabuhan Tarahan di Lampung memiliki kapasitas angkut hingga 28 juta ton per tahun. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memperlancar distribusi batu bara untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Di sisi lain, Jamaludin mengingatkan bahwa keberhasilan perusahaan di sektor energi tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian keuntungan finansial. Menurutnya, kontribusi perusahaan terhadap ketahanan energi harus disertai komitmen terhadap perlindungan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Jangan sampai negara memperoleh keuntungan ekonomi, tapi masyarakat justru menanggung biaya sosial dan kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Ia turut menyoroti persoalan pengendalian debu dan potensi banjir di kawasan Tarahan. Jamaludin meminta PTBA memperkuat langkah mitigasi dan pengelolaan lingkungan agar kegiatan operasional maupun distribusi batu bara tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Ketahanan energi tanpa keberlanjutan lingkungan adalah keberhasilan jangka pendek yang berpotensi menciptakan persoalan jangka panjang,” ujarnya.

Jamaludin berharap pengembangan kapasitas operasional dan peningkatan daya saing PTBA dapat berjalan beriringan dengan penerapan prinsip keberlanjutan. Dengan demikian, penguatan infrastruktur angkutan batu bara tidak hanya menunjang kelancaran pasokan energi, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.

Share: