Nurul Arifin Dorong Penguatan Deteksi Dini Intelijen Hadapi Ancaman Siber

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI I
Nurul Arifin Dorong Penguatan Deteksi Dini Intelijen Hadapi Ancaman Siber Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin di sela-sela pertemuan Komisi I DPR RI dengan BINDA Sulawesi Selatan dalam rangka kunjungan kerja reses di Makassar, (10/10). Foto: dpr.go.id

Nurul Arifin Dorong Penguatan Deteksi Dini Intelijen Hadapi Ancaman Siber

Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI menyoroti pentingnya penguatan kemampuan intelijen dalam mendeteksi dan mengantisipasi ancaman keamanan siber. Penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi memicu konflik sosial serta mengganggu stabilitas keamanan nasional.

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menyampaikan hal tersebut saat pertemuan Komisi I DPR RI dengan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Sulawesi Selatan dalam rangka kunjungan kerja reses di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/10/26).

Menurut Nurul, tugas intelijen daerah tidak terbatas pada pemantauan perkembangan politik dan keamanan. BINDA juga berperan mengantisipasi berbagai potensi gangguan di tengah masyarakat melalui koordinasi dengan aparat keamanan serta membangun jaringan komunikasi dengan kelompok masyarakat.

"(Tugas BINDA) bukan cuma tentang politik dan keamanan yang terkait dengan politik saja, tetapi juga dengan kebakaran, kemudian banjir dan sebagainya. Yang dijalankan oleh BINDA di sini adalah untuk bisa melakukan koordinasi dengan aparat-aparat keamanan lainnya dan juga untuk membuat jaringan dengan kelompok masyarakat sehingga meminimalisir kejadian-kejadian yang berpotensi memicu konflik,” ujarnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menilai perkembangan teknologi digital menuntut aparat intelijen meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi ancaman. Informasi palsu dan disinformasi yang sengaja disebarkan untuk menimbulkan keresahan harus diantisipasi melalui kesiapan personel dan dukungan peralatan yang memadai.

Nurul menambahkan, kapasitas sumber daya manusia dan kemampuan deteksi BINDA Sulawesi Selatan merupakan modal penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan. Namun, upaya tersebut perlu ditopang koordinasi yang solid dengan aparat keamanan dan masyarakat agar ancaman dapat diidentifikasi serta ditangani sebelum berkembang menjadi konflik.

Penguatan kemampuan deteksi dini, koordinasi antaraparat, dan kerja sama dengan masyarakat diharapkan dapat membantu mencegah ancaman berkembang menjadi gangguan nyata. Dengan langkah tersebut, fungsi intelijen diharapkan semakin optimal dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, termasuk menghadapi tantangan yang muncul di ruang digital.

Share: