Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq
Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga Sulawesi, Ranny Fahd Arafiq Desak Penanganan Terpadu
Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, menyoroti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sebagian wilayah Pulau Sulawesi. Kondisi udara yang semakin pekat akibat kebakaran lokal maupun asap kiriman dari Papua dan Kalimantan menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kesehatan.
Ranny menilai, persoalan kabut asap tidak boleh dipandang semata-mata sebagai masalah lingkungan, tetapi juga sebagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Ketika kabut asap mulai mengganggu kualitas udara, pemerintah perlu memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, akses layanan kesehatan, serta perlindungan bagi kelompok yang paling rentan,” ujar Ranny.
Ia menekankan, anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus. Paparan asap kebakaran dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama ketika konsentrasi partikel berbahaya di udara meningkat.
Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemantauan kualitas udara, penyampaian peringatan dini kepada masyarakat, hingga kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Ranny juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan karhutla, termasuk mengendalikan titik-titik kebakaran dan mencegah meluasnya dampak asap lintas wilayah.
“Jangan sampai masyarakat baru mendapatkan penanganan setelah banyak yang mengalami gangguan kesehatan. Upaya pencegahan harus berjalan bersamaan dengan penanganan kebakaran dan perlindungan terhadap warga,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan lainnya.
Ranny berharap, penanganan kabut asap dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan agar dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat dapat ditekan. Menurutnya, perlindungan terhadap warga harus menjadi perhatian utama, terutama bagi anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.
