Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman
Apresiasi Menperin Siap Kawal Pasokan Gas, Gandung Pardiman Dukung Upaya Prioritas Industri RI
Jakarta, 24 Oktober 2026 - Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, mengapresiasi komitmen Menteri Perindustrian (Menperin) dalam mengawal ketersediaan pasokan gas bagi sektor industri nasional. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi, memperkuat daya saing industri dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Gandung Pardiman menilai, ketersediaan gas dengan harga yang kompetitif dan pasokan yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting bagi industri nasional, khususnya sektor industri yang menjadikan gas sebagai bahan baku maupun sumber energi dalam proses produksi.
“Komitmen Menteri Perindustrian untuk mengawal pasokan gas bagi industri patut kita apresiasi. Gas merupakan salah satu komponen strategis dalam struktur biaya produksi sejumlah sektor industri. Karena itu, kepastian pasokan dan harga yang kompetitif sangat penting untuk menjaga produktivitas, daya saing, dan keberlangsungan industri nasional,” ujar Gandung Pardiman dari Daerah Pemilihan Jogajakarta.
Menurutnya, kebijakan prioritas pemenuhan kebutuhan gas untuk industri dalam negeri harus diimplementasikan secara konsisten dan terukur. Pemerintah perlu memastikan bahwa kebutuhan energi industri memperoleh perhatian serius, sehingga kegiatan produksi tidak terganggu oleh ketidakpastian pasokan maupun tingginya biaya energi.
Gandung menegaskan bahwa penguatan industri nasional harus menjadi bagian penting dari agenda pembangunan ekonomi Indonesia. Industri yang kuat tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri, memperkuat rantai pasok nasional, dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
“Jangan sampai industri kita memiliki kapasitas produksi dan peluang pasar yang besar, tetapi menghadapi kendala akibat pasokan gas yang tidak pasti atau biaya energi yang kurang kompetitif. Pemerintah harus hadir untuk memastikan industri nasional mendapatkan dukungan yang memadai agar mampu tumbuh dan bersaing,” tegas, Gandung yg juga Ketua TKD Prabowo Gibran Wilayah DIY.
Lebih lanjut, Gandung menekankan pentingnya koordinasi antara Kementerian Perindustrian, kementerian dan lembaga terkait, serta para pemangku kepentingan di sektor energi. Sinergi tersebut diperlukan agar kebijakan penyediaan gas bagi industri dapat berjalan efektif, mulai dari perencanaan kebutuhan, alokasi pasokan, distribusi, hingga pengawasan pelaksanaannya.
Ia juga mendorong agar kebijakan prioritas gas industri dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan sektor-sektor strategis, termasuk industri baja, pupuk, petrokimia, keramik, kaca, dan sektor manufaktur lainnya yang memiliki ketergantungan signifikan terhadap gas.
“Pengawalan pasokan gas harus menghasilkan dampak nyata bagi dunia usaha dan pekerja industri. Kita ingin industri nasional semakin produktif, investasi semakin menarik, kesempatan kerja semakin luas, dan produk dalam negeri semakin mampu bersaing dengan produk impor,” tambahnya.
Gandung Pardiman berharap komitmen Menperin tersebut dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret, termasuk evaluasi berkala atas kebutuhan gas industri, peningkatan kepastian kontrak dan distribusi, serta pengawasan agar kebijakan yang telah ditetapkan benar-benar dirasakan oleh pelaku industri.
Menurutnya, kebijakan energi dan kebijakan industri harus berjalan beriringan. Ketersediaan sumber daya energi yang memadai perlu dioptimalkan untuk memperkuat struktur industri nasional, meningkatkan investasi, serta mendorong hilirisasi dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.
“Prioritas industri nasional harus diwujudkan melalui kebijakan yang konsisten, terukur, dan berpihak pada penguatan ekonomi dalam negeri. Kami berharap komitmen Menperin dalam mengawal pasokan gas ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat fondasi industri Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” tutup Gandung Pardiman.
