Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq
Anggota Komisi IX Ranny Fahd Arafiq Dorong Penguatan Pengawasan Obat dan Makanan Ilegal oleh BPOM
Jakarta - Peredaran obat dan makanan ilegal masih menjadi persoalan yang meresahkan masyarakat. Produk tanpa izin edar, kandungan berbahaya, hingga penjualan bebas melalui platform digital menjadi tantangan yang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perlunya langkah pengawasan yang lebih kuat dan konsisten dari pemerintah.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk lebih memperketat pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan ilegal. Ia menilai pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, baik di pasar tradisional, toko modern, maupun di marketplace online.
“Sekarang kan belanja makin gampang, tinggal klik. Nah, pengawasannya juga harus makin sigap. Jangan sampai masyarakat beli produk yang ternyata ilegal atau berbahaya,” kata Ranny.
Ia menegaskan, keamanan masyarakat harus jadi prioritas utama. Menurutnya, jangan sampai ada korban hanya karena lemahnya pengawasan di lapangan.
“Kita ini bicara soal kesehatan orang banyak. Jangan anggap sepele. Kalau ada obat atau makanan yang nggak jelas izinnya, itu harus langsung ditindak,” ujarnya.
Ranny juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli produk, terutama yang dijual secara online dengan harga murah dan klaim berlebihan.
“Masyarakat juga perlu lebih hati-hati. Cek dulu izin edarnya, jangan gampang tergiur harga murah atau iklan yang terlalu bombastis. Kalau ragu, lebih baik jangan dibeli,” tambahnya.
Ia pun mendorong agar BPOM memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah supaya pengawasan tidak hanya bersifat sementara
