Ketua Komisi XI DPR RI; CSR Tanggul untuk Pokdakan Wujudkan Ketahanan Pangan

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XI
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meninjau pembangunan tanggul program CSR dua bank negara di Kabupaten Pasuruan,(7/3). Foto: ANTARA

Ketua Komisi XI DPR RI; CSR Tanggul untuk Pokdakan Wujudkan Ketahanan Pangan

Jakarta - Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gollar, Mukhamad Misbakhun menyatakan bahwa pembangunan tanggul untuk Kelompok Pembudi Daya Ikan atau Pokdakan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) oleh dua bank negara mewujudkan ketahanan pangan melalui perikanan.

Misbakhun mengatakan bahwa CSR tanggul yang dibangun oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri ini sejalan dengan tekad Presiden Prabowo Subianto mewujudkan ketahanan pangan nasional. 

"Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bertekad mewujudkan ketahanan pangan. CSR berupa tanggul ini adalah sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan melalui perikanan," kata Misbakhun dapam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/26).

Legislator daerah pemilihan Pasuruan, Jawa Timur, itu meninjau langsung program CSR tanggul tersebut di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, yang dirangkai dengan kegiatan safari Ramadhan.

Tanggul CSR BRI memiliki panjang 1.600 meter yang dikerjakan selama 60 hari, untuk dimanfaatkan oleh Pokdakan Makmur Bersama.

Sedangkan tanggul CSR yang dibangun Bank Mandiri memiliki panjang 1.500 meter. Penerima manfaat proyek Pokdakan Maju Sejahtera Kelurahan Kepel mengerjakan pembangunan selama 45 hari. 

Misbakhun berharap pembangunan dan penguatan tanggul tersebut mampu melindungi tambak nelayan budi daya dari banjir bandang. 

"Semoga keberadaan tanggul membantu petambak dalam budi daya ikan, sehingga perekonomian dari perikanan terus bergerak," lanjutnya.

Dalam rangkaian Safari Ramadhan di Kabupaten Pasuruan, juga diisi dengan dialog dan serap aspirasi. 

Pada kesempatan tersebut, doktor ilmu ekonomi itu memaparkan soal gejolak ekonomi dan geopolitik yang akhir-akhir ini terjadi berdampak pada stabilitas energi dunia.

Ia menekankan, bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah antisipasi agar pasokan energi nasional tetap terjamin di tengah konflik di Timur Tengah.

"Pemerintah terus memastikan ketersediaan energi nasional baik bahan bakar maupun listrik tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir di tengah dinamika global yang berkembang," ucapnya.

Misbakhun juga memaparkan upaya Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional, yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan ketahanan energi tetap terjaga bagi masyarakat.

"Menteri ESDM Bapak Bahlil telah menyampaikan bahwa pemerintah siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi global demi menjaga pasokan energi nasional," katanya.

Ia menegaskan bahwa menjaga stabilitas energi dan ekonomi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam melindungi kepentingan masyarakat di tengah tantangan global yang terus berkembang.