Sarmuji Apresiasi RAPBN 2027, Sebut 8 Prioritas Prabowo Jadi Arah Pembangunan Nasional

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Fraksi Golkar DPR RI
Sarmuji Apresiasi RAPBN 2027, Sebut 8 Prioritas Prabowo Jadi Arah Pembangunan Nasional Ketua FPG DPR RI, M. Sarmuji

Sarmuji Apresiasi RAPBN 2027, Sebut 8 Prioritas Prabowo Jadi Arah Pembangunan Nasional

Jakarta — Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji mengapresiasi penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, delapan prioritas pembangunan yang disampaikan Presiden menunjukkan arah pembangunan nasional yang semakin terarah.

Sarmuji yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Partai Golkar menilai pidato Presiden tidak hanya memuat target pembangunan, tetapi juga menggambarkan langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah untuk mewujudkannya.

"Pidato Presiden memberi arah yang jelas ke mana Indonesia akan menuju. Presiden meyakinkan kita bahwa setiap langkah pembangunan yang dirancang dalam RAPBN 2027 ini adalah langkah nyata yang mendekatkan bangsa kita pada cita-cita kemerdekaan," kata Sarmuji dalam keterangannya, Minggu (16/8/26).

Ia mencontohkan upaya pemerintah melakukan konsolidasi pengadaan barang dan jasa yang mampu menekan harga Layar Pintar Interaktif (*Interactive Flat Panel*/IFP) dari sekitar Rp150 juta menjadi Rp26 juta per unit. Menurut Sarmuji, efisiensi tersebut dilakukan tanpa mengurangi jumlah maupun kualitas barang yang dibutuhkan.

“Ini contoh nyata bagaimana efisiensi bisa dilakukan bukan dengan memotong manfaat untuk rakyat, tapi dengan membenahi cara kerja pemerintah. Presiden tidak hanya bicara soal apa yang ingin dicapai, tapi juga menunjukkan bagaimana caranya," ujarnya.

Apresiasi Program Pendidikan

Sarmuji juga memberikan apresiasi terhadap komitmen pemerintah dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut dia, program Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda menjadi bukti kehadiran negara dalam membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hal itu ditunjukkan melalui keberadaan 93 sekolah rakyat permanen dan 182 sekolah rakyat rintisan serta pengiriman ratusan mahasiswa ke perguruan tinggi terbaik dunia melalui Beasiswa Garuda.

"Hanya dengan pendidikan sebuah bangsa bisa mengalami lompatan. Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda menunjukkan negara hadir memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap punya jalan meraih pendidikan terbaik, bahkan hingga ke perguruan tinggi dunia," jelasnya.

Dukung Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Selain sektor pendidikan, Sarmuji menyoroti rencana pemerintah membentuk bursa mineral dan komoditas strategis. Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, terutama dalam menentukan nilai komoditas unggulan nasional.

Fraksi Partai Golkar, kata Sarmuji, mendukung rencana tersebut dan siap mengawal pembahasan RAPBN 2027 bersama pemerintah secara konstruktif.

"Kita harus membangun bursa komoditas agar Indonesia bisa menentukan sendiri harga komoditas andalannya. Selama ini kita menjadi produsen besar dunia untuk berbagai komoditas strategis, tetapi harganya justru ditentukan di luar negeri," kata dia.

"Dengan bursa komoditas, kita bisa menciptakan nilai tambah, menjaga kestabilan harga, dan pada akhirnya berimplikasi langsung pada pendapatan negara dan kemakmuran rakyat," imbuhnya.

Belanja Negara 2027 Capai Rp4.097,2 Triliun

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana Belanja Negara dalam APBN 2027 sebesar Rp4.097,2 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan pagu APBN 2026 yang sebesar Rp3.842,7 triliun.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/26).

Prabowo menjelaskan, anggaran tersebut akan diarahkan untuk menjalankan delapan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yang meliputi kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, serta ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.

"Untuk menjalankan seluruh agenda tersebut, Belanja Negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun, naik dari Rp 3.842,7 triliun di APBN 2026," ujar Prabowo.

Share: