Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq
Komisi IX DPR RI Dorong Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Potensi Super Flu
Jakarta, 9 Januari 2026 — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq, mendorong penguatan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi munculnya super flu, beliau juga menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap potensi super flu perlu disikapi secara proporsional, tenang, dan terkoordinasi, tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Menurutnya, pemerintah saat ini memiliki pengalaman dan infrastruktur kesehatan yang Sangat mumpuni untuk mecegah penyebaran Super Flu.
“Pemerintah memiliki modal kuat dalam penanganan penyakit menular, mulai dari sistem surveilans hingga kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan. Yang perlu terus kita jaga adalah kesiapsiagaan bersama, agar setiap potensi risiko dapat diantisipasi dengan baik tanpa menimbulkan keresahan publik,” ujar Ranny.
Ranny menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah pemerintah yang terus memperkuat pemantauan kesehatan, meningkatkan kapasitas layanan medis, serta membangun koordinasi lintas sektor. Ia menilai pendekatan berbasis data, sains, dan pengalaman penanganan wabah sebelumnya menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.
Menurut Ranny, penguatan sistem surveilans kesehatan dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas layanan publik, khususnya menghadapi potensi peningkatan kasus penyakit pernapasan musiman.
Komisi IX DPR RI, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan dukungan kebijakan agar langkah-langkah pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain aspek teknis, Ranny juga menekankan pentingnya komunikasi publik yang informatif, terbuka, dan menenangkan.
“Komunikasi yang baik akan membantu masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan,” jelasnya.
Ranny turut mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat guna menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan aktivitas sosial dan ekonomi.
“Dengan kesiapsiagaan yang matang, koordinasi yang solid, dan peran aktif seluruh pihak, kami optimistis potensi risiko kesehatan dapat dikelola dengan baik dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” tutup Ranny.
