Anggota Komisi VIII DPR RI Haeny Relawati Rini Widyastuti, saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII ke UIN Syarif Hidayatuah, (12/2). Foto: dpr.go.id
Haeny Relawati Dorong UIN Syarif Hidayatullah Berperan Aktif Bantu Pengelolaan Sampah di Tangsel
Jakarta — Komisi VIII DPR RI mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta untuk berperan aktif dalam membantu pengelolaan sampah di wilayah Kota Tangerang Selatan. Hal itu disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke UIN Syarif Hidayatullah, Banten.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Haeny Relawati Rini Widyastuti menyampaikan bahwa Tangerang Selatan saat ini menghadapi persoalan serius di bidang persampahan. Ia menilai kapasitas daur ulang yang masih terbatas perlu ditingkatkan melalui inovasi dan dukungan program percontohan.
“Kita mengetahui bahwa Tangerang Selatan sedang mengalami darurat persampahan. Saya mendorong agar UIN dapat menyampaikan kepada Bappenas untuk masuk menjadi program percontohan RDF(Refuse-Derived Fuel), yakni pengelolaan sampah untuk mengurangi kadar air hingga sekitar dua persen. Ini penting agar pengolahan sampah menjadi lebih optimal,” kata Haeny kepada wartawan usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII ke Banten, Kamis (12/2/26).
Haeny juga mengapresiasi hasil daur ulang sampah plastik yang telah dimanfaatkan menjadi paving block serta pengolahan kompos. Menurutnya, sinergi antara Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan kewirausahaan dan konsep ramah lingkungan perlu terus diperkuat agar berdampak lebih luas.
Selain itu, Haeny juga mengapresiasi kampus UIN ini dalam pengelolaan Rumah Sakit Haji yang kini berstatus sebagai Rumah Sakit Pendidikan Kelas B. Ia mengungkapkan bahwa pendapatan dari berbagai sektor usaha, termasuk BLU RS Haji dan unit usaha lainnya, menunjukkan peningkatan signifikan.
“Secara laporan di atas kertas sebelumnya disampaikan sekitar Rp600 miliar, namun per 12 Desember telah mencapai lebih dari Rp1 triliun. Ini tentu patut kita syukuri,” ucap Haeny.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam transformasi akademik, tetapi juga harus berbasis pada kepemimpinan dan kewirausahaan. Ia juga mengapresiasi pembinaan UMKM di sekitar kampus, termasuk pendampingan dalam memperoleh sertifikat halal.
Lebih lanjut, Haeny juga mendorong agar UIN Syarif Hidayatullah memperkuat kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melalui nota kesepahaman, sehingga dapat melahirkan tenaga ahli tersertifikasi dan memperluas penerbitan sertifikat halal bagi pelaku UMKM. Ia berharap sinergi tersebut dapat mendukung program pemerintah dalam mempercepat sertifikasi produk halal secara lebih optimal.
