Ranny Fahd Arafiq, Anggota Komisi IX DPR RI Dorong Penguatan Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Bersama BKKBN

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI IX
Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq

Ranny Fahd Arafiq, Anggota Komisi IX DPR RI Dorong Penguatan Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Bersama BKKBN

Jakarta - Membicarakan bonus demografi bukan hanya soal grafik pertumbuhan penduduk. Di baliknya ada cerita tentang keluarga, tentang kesiapan anak muda merencanakan masa depan, dan tentang akses informasi kesehatan yang memadai. Karena itu, penguatan program keluarga berencana (KB) dan edukasi kesehatan reproduksi kembali didorong agar generasi mendatang tumbuh lebih siap dan terlindungi.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, mengatakan peran BKKBN saat ini jadi semakin penting. Menurutnya, program KB tidak bisa lagi dilihat sebatas soal menekan angka kelahiran. “Sekarang ini yang kita dorong haruslah  bagaimana keluarga Indonesia bisa lebih siap, lebih sehat, dan punya perencanaan yang matang,” ujarnya.

Ia mengingatkan, Indonesia sedang berada di momentum bonus demografi yang tidak datang dua kali. Karena itu, program KB dan kesehatan reproduksi harus dipastikan benar-benar mendukung lahirnya generasi yang sehat dan produktif. “Bonus demografi itu peluang besar. Tapi kalau tidak disiapkan, justru bisa jadi beban,” kata Ranny.

Ia juga mendorong agar penguatan program KB dilakukan secara kolaboratif, melibatkan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Menurut Ranny, persoalan tentang keluarga dan kesehatan reproduksi tidak mungkin bisa ditangani tanpa melibatkan banyak pihak, melainkan perlu kerja bersama agar memiliki cakupan yang luas dan merata juga bisa dirasakan berbagi kalangan masyarakat.

Ranny mengatakan Komisi IX siap mendukung penguatan program KB dari sisi regulasi maupun penganggaran. Menurutnya, dukungan kebijakan harus sejalan dengan kebutuhan di lapangan agar program terlaksana secara optimal.

Ranny berharap penguatan program KB dan kesehatan reproduksi benar-benar menjadi fondasi dalam menyiapkan generasi masa depan. ranny berpendapat, keluarga yang sehat dan terencana adalah titik awal lahirnya sumber daya manusia yang unggul. “Kalau keluarganya kuat, bangsanya juga akan kuat,” tutupnya.