Menteri ESDM; Negosiasi Perpanjangan Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu Masih Tahap Negosiasi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia saat memberi keterangan dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, (3/3). Foto: IG @bahlillahadalia

Menteri ESDM; Negosiasi Perpanjangan Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu Masih Tahap Negosiasi

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masih melakukan negosiasi dengan ExxonMobil terkait perpanjangan kontrak Blok Cepu, yang berlokasi di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Perpanjangan Exxon sekarang lagi dalam negosiasi,” kata Menteri Bahlil saat dijumpai usai Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM, yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/26)..

Menteri Bahlil menjelaskan bahwa kontrak pengelolaan Blok Cepu oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) semestinya selesai pada tahun 2035.

Adapun komposisi saham pengelolaan Blok Cepu saat ini adalah 45 persen milik Pertamina, 45 persen milik ExxonMobil, dan 10 persen untuk badan usaha milik daerah (BUMD).

“Dari 2035 itu, karena mereka menemukan beberapa sumber baru lagi, maka ada keinginan untuk memperpanjang,” ujar Bahlil.

Perpanjangan itulah yang saat ini dalam tahap negosiasi. Ia menyampaikan, poin yang bergulir dalam negosiasi tersebut hak-hak pembagian hasil produksi, yang meliputi berapa hak pemerintah dan berapa hak perusahaan.

Dalam negosiasi itu, Menteri Bahlil menegaskan bahwa hak atau pendapatan bagi negara itu jauh lebih penting, sehingga ia memikirkan cara mana yang paling menguntungkan untuk negara.

“Kami belum ketemunya di situ, tetapi secara prinsip yang lain sudah kita ketemu,” ucapnya.

Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, adalah salah satu lapangan minyak terbesar di Indonesia yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Sebelum Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), produksi Exxon hanya mencapai 150 ribu barel per hari.

Kini, setelah Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC), angkanya naik menjadi 180 ribu barel per hari atau setara dengan 25–30 persen lifting minyak nasional.