Menteri P2MI, Mukhtarudin
Semangat Idul Fitri 2026, Menteri P2MI Ajak Stakeholder Perkuat Perlindungan PMI
Jakarta - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan standar perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam semangat Idulfitri 2026.
“Mari kita tingkatkan komitmen kita dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik bagi seluruh pekerja migran Indonesia,” kata Mukhtarudin melalui keterangan video di Jakarta, Jumat (20/3/26).
Pelayanan Kementerian P2MI di bawah kepemimpinannya berfokus pada perlindungan holistik dari hulu ke hilir serta peningkatan kualitas PMI menjadi pekerja terampil atau middle to high-skill.
Kementerian P2MI aktif mencabut izin Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang tidak memenuhi kewajiban dan merugikan PMI sebagai bentuk kehadiran negara dalam perlindungan.
Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan 12 kementerian dan lembaga untuk pelatihan vokasi, bahasa, serta keterampilan teknis—khususnya welder dan hospitality—guna meningkatkan kualitas pekerja dari level rendah ke level yang lebih tinggi.
Mukhtarudin juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 2026 kepada para pekerja migran Indonesia di negara penempatan, seraya berharap momentum tersebut dapat mengokohkan semangat kebersamaan di antara sesama.
“Mari kita jadikan Idulfitri mempererat persaudaraan melalui silaturahmi, memperkuat semangat kebersamaan,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar A. Tawalla mengatakan pemerintah menargetkan penempatan sekitar 500 ribu calon pekerja migran pada 2026 yang akan mengisi berbagai sektor profesional di sejumlah negara tujuan.
“Pelindungan pekerja migran harus kita lihat sebagai satu ekosistem dari hulu ke hilir, mulai dari penyiapan keterampilan, kompetensi, vokasi, penguasaan bahasa, kelengkapan dokumen, hingga proses penempatannya,” jelas Dzulfikar (4/3/26).
