Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq
Lawan Gaya Hidup Rebahan, Ranny Fahd Arafiq Ajak Masyarakat Mulai dari 15 Menit
Jakarta - Pernah nggak sih, ngerasa capek padahal seharian cuma duduk? Bangun tidur, langsung buka HP. Kerja di depan laptop berjam-jam. Istirahat pun tetap scroll media sosial. Tanpa sadar, tubuh kita makin jarang diajak bergerak.
Fenomena ini yang disebut gaya hidup sedenter—dan diam-diam, dampaknya nggak main-main.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, melihat kondisi ini sebagai ancaman nyata, terutama bagi generasi produktif. Menurutnya, kebiasaan duduk terlalu lama bukan cuma bikin badan pegal, tapi juga membuka pintu bagi berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan jantung.
Tapi alih-alih menyalahkan gaya hidup modern, Ranny justru menawarkan solusi yang sederhana—dan sangat mungkin dilakukan siapa saja.
Namanya: “Gerakan 15 Menit Aktif.”
“Ini bukan soal harus olahraga berat atau pergi ke gym,” ujar Ranny. “Cukup 15 menit. Yang penting, tubuh kita tidak terus-menerus diam.”
Bayangin ini: Lagi telepon? Jalan santai aja. Lagi kerja? Sempatkan stretching sebentar. Duduk lama? Bangun, gerak, tarik napas.
Kedengarannya sepele. Tapi kalau dilakukan setiap hari, efeknya bisa besar.
Ranny percaya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dan dalam hal ini, langkah kecil itu benar-benar “langkah”—bergerak, walau hanya sebentar.
Lebih jauh, ia juga mengajak perusahaan dan instansi untuk ikut ambil peran. Bukan cuma target kerja yang dikejar, tapi juga kesehatan karyawan. Karena pekerja yang sehat, jelas lebih produktif dan bahagia.
“Jangan tunggu sakit baru berubah,” tegasnya. “Mencegah selalu lebih mudah daripada mengobati.”
Di tengah dunia yang makin serba cepat dan digital, ajakan ini terasa sederhana, tapi relevan.
Jadi, mungkin hari ini kita nggak perlu langsung lari 5 kilometer.
Cukup mulai dari satu hal: Luangkan 15 menit. Bergerak.
Karena tubuh kita nggak diciptakan untuk diam terlalu lama.
