Wamendag RI: Indonesia dan Rusia Perkuat Kemitraan Dagang dan Investasi Strategis

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti (tengah) melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev di Kazan, Rusia, (12/5) waktu setempat. Foto: Kemendag

Wamendag RI: Indonesia dan Rusia Perkuat Kemitraan Dagang dan Investasi Strategis

Jakarta – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mempererat hubungan strategis dengan Rusia, terutama dalam bidang perdagangan dan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti dalam agenda pertemuan bilateral bersama Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev di Kazan, Rusia.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Selasa (12/5/26) waktu setempat, kedua pihak membahas upaya memperkuat hubungan dagang sekaligus memperluas kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia.

Wamendag Roro menyampaikan bahwa hubungan perdagangan kedua negara menunjukkan perkembangan yang semakin positif. Nilai perdagangan Indonesia-Rusia pada 2025 tercatat mencapai 4,8 miliar dolar AS atau tumbuh 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas," kata Wamendag Roro.

Rusia saat ini juga menjadi mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU), dengan kontribusi mencapai 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.

Menurut Wamendag, hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia bersifat saling melengkapi. Rusia memasok sejumlah komoditas strategis bagi Indonesia, antara lain batu bara, pupuk, dan produk baja. Sementara itu, Indonesia mengekspor berbagai produk unggulan seperti minyak sawit, kopi, produk kelapa, hingga kakao ke pasar Rusia.

"Indonesia menyambut baik meningkatnya kepercayaan pasar Rusia terhadap berbagai produk unggulan nasional. Kami berkomitmen menjaga kualitas, daya saing, dan keberlanjutan produk ekspor Indonesia di pasar Rusia," ujar Roro Esti.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah Indonesia juga menyoroti perkembangan ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (FTA) yang telah ditandatangani pada Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia. Saat ini, proses ratifikasi domestik tengah dipercepat dengan target implementasi pada kuartal III atau IV tahun 2026.

Sebagai langkah mendukung implementasi perjanjian tersebut, Indonesia mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council (IEBC) bersama Kadin Indonesia guna memperkuat konektivitas antarpelaku usaha kedua negara.

"Pembentukan Indonesia-EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong peningkatan perdagangan kedua negara," ujar Roro Esti.

Selain perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi di sektor jasa. Pemerintah menilai Indonesia memiliki tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, serta teknologi digital yang dapat mendukung kebutuhan industri Rusia.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia turut mengundang pelaku usaha Rusia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Banten.

"Trade Expo Indonesia menjadi momentum penting untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara dan membuka peluang kerja sama baru di bidang perdagangan maupun investasi," kata Roro Esti menjelaskan.

Wamendag juga menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.