Kemenperin Respons Cepat Insiden Ledakan di PT Raw Botanical Nusantara, Tekankan Pentingnya Penerapan K3

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Respons Cepat Insiden Ledakan di PT Raw Botanical Nusantara, Tekankan Pentingnya Penerapan K3

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) segera mengambil langkah penanganan menyusul insiden ledakan yang disertai kebakaran di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara, Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/7/26) tersebut mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan beberapa pekerja lainnya mengalami luka-luka.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut. Menurutnya, kejadian ini menjadi pengingat bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas industri.

"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta.

Sebagai tindak lanjut atas insiden tersebut, Menteri Perindustrian menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Industri Agro untuk segera mengerahkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian.

Tim tersebut bertugas melakukan verifikasi lapangan, menghimpun informasi secara komprehensif, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan manajemen perusahaan guna mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung.

Berdasarkan laporan awal, gangguan pada mesin produksi bertekanan tinggi mulai teridentifikasi sekitar pukul 09.30 WIB. Selang beberapa menit kemudian, antara pukul 09.45 hingga 09.56 WIB, terjadi ledakan pada tabung sterilisasi yang berada di area belakang fasilitas produksi.

Ledakan itu memicu kebakaran yang menyebabkan sebagian bangunan mengalami kerusakan. Setelah upaya pemadaman dilakukan, api berhasil dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB.

Dalam kejadian tersebut, seorang pekerja bernama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Kabupaten Demak, dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang.

Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH Semarang.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika mengungkapkan bahwa dugaan awal penyebab ledakan mengarah pada kegagalan fungsi tabung sterilisasi akibat suhu dan tekanan yang melampaui kapasitas desain peralatan.

"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian," ujar Putu.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh kegiatan produksi di fasilitas tersebut untuk sementara dihentikan agar proses penyelidikan dapat berjalan optimal.

Kementerian Perindustrian akan terus memantau perkembangan hasil investigasi sekaligus mengimbau seluruh pelaku industri manufaktur di Indonesia agar secara rutin melakukan inspeksi, perawatan, dan kalibrasi terhadap mesin produksi, khususnya peralatan bertekanan tinggi, guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan mencegah terulangnya insiden serupa.