Ketua Komisi XII DPR RI Apresiasi Peluncuran B50, Perkuat Kedaulatan Energi dan Dukung Visi Swasembada Presiden Prabowo

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XII
Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Patijaya

Ketua Komisi XII DPR RI Apresiasi Peluncuran B50, Perkuat Kedaulatan Energi dan Dukung Visi Swasembada Presiden Prabowo

Jakarta, 9 Juli 2026 — Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Patijaya, mengapresiasi peluncuran nasional mandatori Biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto yang dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Menurutnya, implementasi B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan energi nasional sekaligus menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan swasembada energi sebagaimana menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Bambang menilai peluncuran B50 menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo bahwa kedaulatan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuannya mewujudkan kedaulatan di sektor energi, pangan, dan air, kebijakan B50 menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan potensi nasional sebagai kekuatan pembangunan dan ketahanan bangsa.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi mandatori B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun per tahun. Selain itu, kebijakan ini juga diperkirakan meningkatkan nilai tambah industri CPO menjadi Rp23,49 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, meningkatkan kebutuhan biodiesel menjadi 16,7–18 juta kiloliter, meningkatkan kebutuhan CPO menjadi 15,2–16,3 juta ton, serta menurunkan emisi karbon hingga 44,46 juta ton CO? per tahun.

Menurut Bambang, berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan energi tidak hanya berfungsi menjaga ketahanan pasokan, tetapi juga mampu menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan kesejahteraan petani sawit, serta memperluas aktivitas ekonomi di daerah-daerah penghasil kelapa sawit.

"Peluncuran B50 merupakan tonggak penting dalam perjalanan menuju kedaulatan energi nasional. Sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan energi, pangan, dan airnya sendiri. Karena itu, kebijakan ini harus kita dukung bersama agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat," ujar legislator asal Bangka Belitung tersebut.

Bambang berharap implementasi B50 dapat berjalan secara konsisten dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, badan usaha, industri biodiesel, hingga para petani sawit. Menurutnya, sinergi yang kuat akan menjadi kunci agar manfaat ekonomi, penghematan devisa, peningkatan investasi, serta penguatan ketahanan energi nasional dapat tercapai secara optimal.

Sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, Komisi XII DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaan mandatori B50 berjalan sesuai target, sekaligus mendorong pengembangan bioenergi sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia.