Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah dalam RDP bersama DJKA Kementerian Perhubungan RI di Kompleks Parlemen, Senayan, (14/7). Foto: TVR Parlemen
Musa Rajekshah: Jalur Kereta Medan–Aceh Harus Dilanjutkan Demi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah, mendorong percepatan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Medan dengan Aceh sebagai bagian dari pengembangan jaringan rel Trans-Sumatera. Desakan tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (14/7/26).
Dalam rapat tersebut, legislator yang akrab disapa Ijeck menilai transportasi kereta api merupakan moda angkutan massal yang paling efektif, efisien, aman, ramah lingkungan, serta memiliki tingkat ketepatan waktu yang tinggi. Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat alokasi anggaran sektor perkeretaapian dengan memprioritaskan perluasan jaringan rel yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Di Negara maju saat ini Kereta Api ini transportasi yang sangat diunggulkan bahkan jalur kereta api itu lebih banyak dibandingkan jalur kendaraan, contohnya Singapura yang menjadikan kreta api sebagai angkutan massal yang selalu ditingkatkan, bahkan sampai kendaraan mobil jauh berkurang mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi,” tegas Ijeck dari ruangan komisi V DPR RI.
Ijeck juga menyoroti kondisi jaringan kereta api di Sumatera Utara yang menurutnya mengalami kemunduran. Ia mengingatkan bahwa sejak masa kolonial Belanda, wilayah Sumatera Utara hingga Aceh telah memiliki jaringan rel yang jauh lebih luas dibandingkan kondisi saat ini.
“Jalur kereta Medan-Aceh Tamiang itu sudah ada dari zaman Belanda bahkan sekarang jalur kereta bisa dibilang sudah bisa digunakan sampai Aceh Tamiang, karena masih ada jalurnya tapi kita tidak tahu juga kenapa tidak dilanjutkan, bahkan ada satu jalur lagi yang menghubungkan ke Pangkalan Susu Kabupaten Langkat kenapa ini juga tidak dioperasikan” tanya Ijeck kepada DJKA Kemenhub RI.
Selain itu, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I tersebut menekankan pentingnya penguatan konektivitas menuju kawasan-kawasan ekonomi strategis. Menurutnya, keberadaan jalur kereta api menuju Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan potensi besar yang perlu dioptimalkan, tidak hanya untuk angkutan barang, tetapi juga layanan penumpang.
“Di Sumatera Utara ada pelabuhan Kuala Tanjung dan pelabuhan Belawan namun hanya sebatas angkutan barang, semoga untuk angkutan penumpangnya segera diadakan agar pertumbuhan ekonomi didaerah tersebut dapat meningkat,” harap Ijeck.
Lebih lanjut, Ijeck mengapresiasi rencana pembangunan jalur kereta api hingga Kota Pinang. Namun, ia berharap pembangunan tersebut tidak berhenti di wilayah itu, melainkan dilanjutkan hingga Provinsi Riau guna memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.
“Dalam anggaran tadi saya melihat jalurnya sudah sampai Kota Pinang, ini baik tetapi kami berharap jangan sampai Kota Pinang saja, kalau bisa diteruskan sampai Riau agar membuka konektivitas ekonomi lintas Provinsi di Pulau Sumatea,” tutupnya.
