Apresiasi Menteri P2MI, Ranny Fahd Arafiq: Pekerja Profesional (Skilled Worker) Indonesia Dapat Kuota Kerja di Albania

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI IX
Apresiasi Menteri P2MI, Ranny Fahd Arafiq: Pekerja Profesional (Skilled Worker) Indonesia Dapat Kuota Kerja di Albania Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq

Apresiasi Menteri P2MI, Ranny Fahd Arafiq: Pekerja Profesional (Skilled Worker) Indonesia Dapat Kuota Kerja di Albania

JAKARTA — Langkah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) di bawah kepemimpinan Menteri P2MI bapak Mukhtarudin dalam memperluas pasar kerja luar negeri disambut positif oleh DPR RI. Kebijakan pembukaan peluang kerja bagi tenaga terampil (skilled worker) asal Indonesia di Albania dinilai sebagai langkah strategis yang patut diapresiasi.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri P2MI atas upaya aktif dalam menjajaki kerja sama bilateral tersebut. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk tindak lanjut konkret dari hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto dalam mengamankan pasar kerja formal di kancah internasional.

"Kami mengapresiasi langkah bapak Mukhtarudin Selaku Menteri P2MI yang terus bergerak cepat membuka peluang penempatan bagi tenaga kerja terampil atau skilled worker kita untuk bisa bekerja di Albania. Ini adalah arah kebijakan yang tepat untuk memastikan pekerja migran kita hadir dengan keahlian yang mumpuni," ujar Ranny.

Ranny menilai, fokus penempatan pekerja profesional ke luar negeri memberikan nilai tawar yang jauh lebih baik bagi tenaga kerja Indonesia, sekaligus meminimalisir kerentanan yang kerap terjadi di sektor informal.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar setiap kerja sama penempatan luar negeri tetap diiringi dengan pengawasan ketat, terutama menyangkut kepastian kontrak kerja, hak-hak perlindungan, dan keselamatan para pekerja migran.

"Peluang penempatan skilled worker ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Namun, standar perlindungan hukum dan keselamatan pekerja tetap harus menjadi prioritas utama. Komisi IX tentu akan terus mendukung dan mengawal agar program ini berjalan sukses dan membawa kemaslahatan bagi tenaga kerja kita," pungkasnya.

Share: