Rycko Menoza Dorong Single Identity untuk Perkuat Akurasi Data Pemilih

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI II
Rycko Menoza Dorong Single Identity untuk Perkuat Akurasi Data Pemilih Anggota Komisi II DPR RI, Rycko Menoza

Rycko Menoza Dorong Single Identity untuk Perkuat Akurasi Data Pemilih

Jakarta - Anggota DPR RI Rycko Menoza mendorong penguatan sistem administrasi kependudukan melalui penerapan identitas tunggal atau single identity. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mendukung pelaksanaan pemilu yang akurat, transparan, dan memiliki kualitas yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Rycko saat dikonfirmasi di Lampung Selatan, Kamis (6/8/26), ketika menyoroti perlunya pembenahan data kependudukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi penyelenggaraan pemilu.

"Persoalan ini harus dibenahi sejak jauh hari dan tidak menunggu tahapan pemilu dimulai," katanya.

Rycko menjelaskan, validitas data pemilih masih menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan pemilu. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah kemungkinan terjadinya pencatatan ganda terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang berpotensi terdata di negara tempat bekerja sekaligus di daerah asalnya.

Menurutnya, penggunaan sistem identitas tunggal dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ketepatan daftar pemilih. Sistem tersebut dinilai mampu mengurangi potensi persoalan administrasi ketika masyarakat menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara.

Di samping penataan data kependudukan, Rycko menilai edukasi politik kepada masyarakat juga perlu dilakukan secara konsisten. Sosialisasi yang berkesinambungan diperlukan agar pemilih memahami hak sekaligus kewajibannya dalam proses demokrasi.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam politik yang dibarengi pemahaman dan kesadaran terhadap hak pilih akan berkontribusi terhadap penguatan demokrasi. Dengan demikian, proses pemilu diharapkan mampu menghasilkan wakil rakyat yang benar-benar sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Rycko berharap perbaikan administrasi kependudukan berjalan beriringan dengan peningkatan literasi politik masyarakat. Kedua aspek tersebut, menurutnya, dapat menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Share: