Menteri Bahlil Kawal Kerja Sama Energi Indonesia-Rusia Agar Berdampak Nyata

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Menteri Bahlil Kawal Kerja Sama Energi Indonesia-Rusia Agar Berdampak Nyata Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Luar Negeri Sugiono berbicara dalam jamuan santap siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, (3/9). Foto: ANTARA

Menteri Bahlil Kawal Kerja Sama Energi Indonesia-Rusia Agar Berdampak Nyata

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk mengawal arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia agar menghasilkan manfaat konkret bagi kepentingan nasional dan masyarakat.

Bahlil menyampaikan, Presiden Prabowo memberikan pesan agar setiap kesepakatan yang terbangun dalam pertemuan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, tidak hanya berhenti pada tataran pembahasan, tetapi harus mampu memberikan hasil yang nyata dan dapat dirasakan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Bahlil mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026). Kehadiran Menteri ESDM menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk menerjemahkan komunikasi dan kesepakatan di tingkat kepala negara menjadi kerja sama sektoral, khususnya di bidang energi dan sumber daya mineral.

Bahlil menekankan, kerja sama energi Indonesia dan Rusia harus diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pengembangan sektor energi di dalam negeri.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan," ujar Bahlil.

Dalam sesi pleno EEF ke-11, Presiden Prabowo Subianto turut menegaskan pentingnya ketahanan energi dan hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Presiden, kemitraan antara Indonesia dan Rusia harus dikembangkan lebih luas dan tidak hanya terbatas pada aktivitas perdagangan atau pertukaran barang semata.

Indonesia dan Rusia dinilai memiliki keunggulan yang dapat saling melengkapi. Rusia memiliki kekuatan dalam sumber daya energi, ilmu pengetahuan, serta teknologi dan rekayasa maju. Sementara itu, Indonesia mempunyai pasar domestik yang besar dan posisi strategis sebagai pintu masuk menuju kawasan ASEAN.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi kedua negara untuk membangun kolaborasi di berbagai rantai kegiatan sektor energi, termasuk dalam pengembangan industri minyak dan gas bumi.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia terbuka terhadap kerja sama dengan Rusia yang dapat meningkatkan produktivitas dalam kegiatan eksplorasi, produksi, hingga pengolahan minyak dan gas.

"Di sektor energi, Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas," kata Presiden RI.

Tidak hanya di sektor migas, Pemerintah Indonesia juga membuka peluang kemitraan dalam pengembangan energi masa depan. Kerja sama tersebut mencakup dukungan pengetahuan, teknologi, dan investasi Rusia di bidang energi terbarukan, modernisasi jaringan ketenagalistrikan, hingga pemanfaatan energi nuklir untuk kepentingan damai.

"Kami mencari pengetahuan dan investasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik cerdas, dan tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan berskala penuh dengan standar keselamatan tertinggi serta perlindungan internasional," lanjut Presiden Prabowo.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bahlil memastikan Kementerian ESDM akan mendorong agar peluang kerja sama yang dibangun kedua negara memiliki tindak lanjut yang jelas dan memberikan dampak positif terhadap industri nasional.

Ia menegaskan bahwa setiap bentuk kemitraan harus menghasilkan investasi, transfer teknologi, serta nilai tambah yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat," tegas Bahlil.

Ke depan, Kementerian ESDM akan mengawal berbagai peluang kerja sama Indonesia dan Rusia agar dapat diwujudkan dalam bentuk program maupun investasi yang konkret. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pasokan energi, meningkatkan produksi energi domestik, mempercepat penguasaan teknologi, serta mendukung terwujudnya kemandirian energi nasional.

Share: