Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun
Misbakhun: Pidato Prabowo soal MSCI Perkuat Optimisme terhadap Ketahanan Ekonomi Indonesia
JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai potensi penurunan status pasar modal Indonesia menjadi *Standalone Market* atau Pasar Mandiri oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) perlu dipahami secara menyeluruh. Menurutnya, pesan yang disampaikan Presiden dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk tetap optimistis menghadapi tekanan ekonomi.
Misbakhun mengatakan, Indonesia memiliki kekuatan utama berupa kemampuan dan daya tahan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, situasi yang tengah dihadapi pasar modal tidak semestinya membuat masyarakat terlalu khawatir terhadap kondisi perekonomian nasional.
"Bapak Presiden adalah ingin memberikan penguatan bahwa ekonomi Indonesia itu dibangun berdasarkan kekuatan rakyat Indonesia itu sendiri. Kekuatan rakyat Indonesia sendiri. Tentunya dengan memberikan semangat itu, rakyat Indonesia diharapkan tidak terlalu khawatir dengan situasi yang ada," kata Misbakhun seperti dikutip pada Selasa (27/8/2026).
Ia menjelaskan, ketahanan ekonomi Indonesia tidak hanya dapat dilihat dari perkembangan pasar modal. Sejumlah sektor strategis, seperti ketahanan pangan dan energi, juga menjadi penopang perekonomian nasional. Selain itu, Indonesia dinilai memiliki kemampuan beradaptasi dan pulih ketika menghadapi krisis.
Misbakhun mencontohkan pengalaman Indonesia saat pandemi COVID-19. Ketika aktivitas berbagai negara terhenti akibat pandemi, Indonesia dinilai mampu melewati masa sulit dan memulihkan kondisi ekonomi secara relatif cepat.
"Kita punya daya tahan yang sangat kuat, kita punya ekonomi yang sangat lincah. Dan tentunya ini menjadi sebuah kekuatan sendiri," ujarnya.
Lebih lanjut, Misbakhun mengingatkan agar pernyataan Prabowo terkait MSCI tidak dimaknai secara parsial. Ia menilai Presiden memahami tekanan yang sedang dihadapi Indonesia, sehingga kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para pengambil kebijakan.
Menurutnya, situasi yang penuh tantangan justru menuntut pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk semakin cermat dalam menentukan langkah. Kebijakan yang diambil harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Tetapi situasi sulit, situasi tekanan itu harus disikapi dengan lebih hati-hati, para pengambil kebijakan juga harus diberikan semangat bahwa apa yang menjadi kebijakan-kebijakan mereka itu memberikan dampak yang nyata buat masyarakat," ucapnya.
Misbakhun Berulang Kali Dorong Evaluasi Pasar Modal
Di sisi lain, Misbakhun mengungkapkan bahwa Komisi XI DPR RI telah berulang kali mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi serta memantau perkembangan pasar modal Indonesia. Hal tersebut, menurutnya, telah menjadi salah satu perhatian dalam berbagai rapat Komisi XI DPR.
Ia menegaskan, pemantauan diperlukan untuk mengetahui perkembangan pasar modal, termasuk merespons tren penurunan yang terjadi. Evaluasi juga penting untuk memastikan langkah pembenahan berjalan sesuai tujuan.
"Jadi gini, yang berkaitan dengan pasar modal, kita sering sekali, sering sekali Komisi XI itu rapat, kemudian memohon lakukan evaluasi *monitoring*, termasuk terhadap penurunan pasar modal," ucap Misbakhun.
Ketua Umum SOKSI tersebut juga menyoroti pentingnya memastikan reformasi pasar modal dilaksanakan secara serius dan berkelanjutan. Ia ingin mengetahui sejauh mana berbagai langkah pembenahan telah dijalankan, termasuk rencana demutualisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pasar modal.
Menurut Misbakhun, reformasi tersebut memiliki arti penting untuk memulihkan dan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Kepercayaan itu perlu dibangun secara menyeluruh, baik dari kalangan investor domestik maupun investor internasional.
"Ini dalam rangka apa? Dalam rangka membangun kembali kepercayaan masyarakat, tidak hanya masyarakat investor nasional, lokal, nasional, regional, tapi investor global, terhadap apa? Bursa saham Indonesia, sehingga prasyarat-prasyarat awal pada saat MSCI yang awal dulu itu sudah dipenuhi semua mereka," sebut Misbakhun.
Ia menambahkan, pembenahan tata kelola bursa harus disertai bukti konkret bahwa Indonesia berkomitmen menjalankan standar dan protokol pasar modal internasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada MSCI maupun komunitas investor global mengenai keseriusan Indonesia dalam memperbaiki kualitas pasar modal.
"Dan tentunya ini untuk memberikan apa? Memberikan pesan yang nyata dan kuat kepada MSCI, termasuk kepada masyarakat global, investor global, bahwa Indonesia mengikuti protokol-protokol tata kelola bursa saham internasional. Termasuk Bursa Efek Indonesia telah melakukan upaya yang serius dan sungguh-sungguh itu dan mereka bahkan sudah bertemu berkali-kali dengan MSCI," imbuhnya.
Misbakhun berharap, upaya evaluasi dan reformasi yang dilakukan secara konsisten dapat memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia. Dengan tata kelola yang semakin baik, kepercayaan investor diharapkan dapat terjaga sekaligus mendukung ketahanan perekonomian nasional di tengah dinamika global.
