Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Solo, (20/2). Foto: dpr.go.id
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Apresiasi Kualitas Layanan dan Fasilitas Sentra Disabilitas Terpadu Prof Dr. Soeharso Solo
Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Singgih Januratmoko mengapresiasi kualitas layanan dan fasilitas di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Solo, Jumat (20/2/26). Dalam peninjauan itu, Singgih mengagumi standar fasilitas yang dinilai sudah sangat baik dan bahkan melampaui ekspektasinya.
“Kita tadi melihat langsung fasilitasnya dan saya rasa sentranya sudah bagus sekali. Saya tidak mengira fasilitasnya bisa sekelas ini,” kata Singgih saat berdialog dengan pengelola dan para penerima manfaat di Surakarta.
Selama kunjungan berlangsung, ia meninjau berbagai program rehabilitasi dan pelatihan keterampilan yang dijalankan balai, termasuk kegiatan pembuatan batik abstrak oleh para penyandang disabilitas yang didampingi pelatih. Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, akan tetapi juga penguatan keterampilan wirausaha dan pola pikir mandiri bagi para penerima manfaat.
Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso yang merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Sosial RI, selama ini berfokus pada pemulihan, rehabilitasi, dan pemberdayaan penyandang disabilitas serta Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Layanan komprehensif yang diberikan meliputi fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, pemeriksaan kesehatan, hingga pembuatan alat bantu ortotik dan prostetik secara gratis. Selain itu, tersedia pula rumah terapi, ruang keterampilan, serta pendampingan mental untuk mendorong kemandirian sosial dan ekonomi.
Menurutnya, keberadaan sentra ini sangat potensial menjadi contoh nasional. Namun demikian, ia menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu diperkuat, terutama dalam pengembangan pemasaran produk hasil karya penerima manfaat.
“Tadi juga disampaikan soal marketing. Itu bagus sekali karena diajarkan bukan hanya membuat barang, tapi juga bagaimana tampilannya. Ke depan, digital marketing juga harus diajarkan agar produk mereka bisa bersaing lebih luas,” jelas Singgih.
Selain itu, ia juga menyoroti sejumlah kendala teknis yang perlu mendapat perhatian, seperti kebutuhan penambahan fasilitas pendukung serta perlengkapan praktik yang lebih lengkap agar proses pelatihan berjalan optimal. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana, termasuk perawatan fasilitas penunjang, dinilai penting untuk menjaga standar layanan tetap prima.
Terbaru, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso juga menjadi lokasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR), sebuah inisiatif yang diarahkan untuk membantu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan berbasis komunitas. Dengan berbagai program terintegrasi tersebut, Singgih berharap sentra ini tidak hanya menjadi tempat rehabilitasi, namun juga ruang tumbuh bagi para penyandang disabilitas untuk kembali percaya diri, mandiri, dan berdaya saing di tengah masyarakat.
