Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar
Bias Layar Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Jakarta — Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi Partai Golkar, Bias Layar menyampaikan kecaman keras atas peristiwa penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Peristiwa tersebut dinilai sebagai tindakan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dan merupakan ancaman serius terhadap kebebasan sipil serta keselamatan para pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa tindakan penyiraman air keras merupakan bentuk kekerasan brutal yang tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga mencederai nilai-nilai demokrasi dan supremasi hukum.“Saya mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Andrie Yunus. Kekerasan terhadap aktivis masyarakat sipil adalah tindakan biadab yang tidak boleh ditoleransi dalam negara hukum seperti Indonesia,” kata Bias Layar dalam keterangannya, selasa (17/3/26).
Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI yang memiliki lingkup kerja terkait hukum, hak asasi manusia, Bias Layar meminta aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan transparan guna mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.
Selanjutnya ia mengajak semua pihak untuk tetap bersikap hati-hati dan objektif. Jangan melakukan Spekulasi yang terburu-buru—termasuk menuduh pihak tertentu tanpa bukti—justru yang justru dapat memperkeruh suasana dan mengaburkan proses penegakan hukum.
Yang paling penting saat ini adalah memastikan aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia, dapat bekerja secara profesional untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang.
Bias Layar juga meminta agar negara memberikan perlindungan yang memadai bagi para pembela HAM dan aktivis masyarakat sipil agar mereka dapat menjalankan peran kritisnya tanpa rasa takut.
Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi momentum bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memperkuat perlindungan terhadap aktivis serta memastikan ruang demokrasi di Indonesia tetap terjaga. “Demokrasi yang sehat membutuhkan keberanian masyarakat sipil untuk bersuara. Oleh karena itu, negara wajib memastikan keselamatan mereka,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Bias Layar menyampaikan solidaritas dan doa bagi Andrie Yunus agar segera pulih dari luka yang dialaminya serta berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
