Menteri Bahlil; Dorong Kemandirian Nasional, Presiden Prabowo Minta Pacu Hilirisasi dan Optimalkan SDA

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia

Menteri Bahlil; Dorong Kemandirian Nasional, Presiden Prabowo Minta Pacu Hilirisasi dan Optimalkan SDA

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia untuk menjaga sumber daya alam (SDA) sebagai aset strategis sekaligus mendorong optimalisasinya untuk kemandirian nasional, termasuk dengan mempercepat hilirisasi.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita. Sumber daya alam kita ini merupakan aset negara dan karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara," kata Menteri Bahlil dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (25/3/26).

Usai menghadiri rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Bogor, Rabu malam, Menteri Bahlil menjelaskan target pemerintah ke depan adalah memastikan hilirisasi berjalan optimal, transisi energi terus bergerak maju, serta produksi komoditas energi tetap seimbang dengan kebutuhan pasar.

Pemerintah juga berupaya menjaga agar harga komoditas tetap kompetitif tanpa mengorbankan kepentingan nasional.

Menurut Menteri Bahlil, Dengan arah kebijakan yang terintegrasi mulai dari hilirisasi industri, penguatan energi domestik, hingga tata kelola SDA yang berdaulat, pemerintah menargetkan terciptanya struktur ekonomi nasional yang lebih kokoh, mandiri, dan berdaya saing global.

Menteri Bahlil memastikan perkembangan program hilirisasi menjadi salah satu prioritas pemerintah. Dari 20 proyek hilirisasi tahap pertama, sebagian telah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), sementara sisanya dijadwalkan mulai bulan depan.

"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," ucapnya.

Disamping hilirisasi, Menteri Bahlil juga menyampaikan soal pengembangan energi alternatif sebagai bagian dari upaya menuju ketahanan dan swasembada energi.

Menurutnya, Presiden Prabowo mengarahkan agar seluruh potensi energi domestik dioptimalkan, termasuk etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO), serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan.

"Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO, termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Bahlil juga melaporkan kondisi terkini harga komoditas energi dan mineral, khususnya batu bara dan nikel.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan terkait pengelolaan kedua komoditas tersebut, bersamaan dengan pemerintah terus memantau dinamika pasar global.

"Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi, tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi, semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand. Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan harga batu bara bagus, harga nikel bagus, kemudian kita akan bagaimana melakukan relaksasi terukur," ungkap Menteri Bahlil.