Harga Telur Merosot, Sarmuji Dorong Program MBG Serap Produksi Telur Peternak

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Fraksi Golkar DPR RI
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji

Harga Telur Merosot, Sarmuji Dorong Program MBG Serap Produksi Telur Peternak

Jakarta — Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, menyoroti kondisi yang semakin menekan peternak ayam petelur rakyat. Di tengah tingginya biaya pakan, harga telur di tingkat peternak justru mengalami penurunan signifikan, khususnya di sentra produksi seperti Blitar, Jawa Timur, pada 7 April 2026.

Ia menilai situasi tersebut menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang merugikan pelaku usaha. “Saat ini terjadi ketidakseimbangan yang serius. Harga pakan tetap tinggi, tetapi harga telur di tingkat peternak justru turun di kisaran Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Kondisi ini jelas merugikan peternak dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Sarmuji dalam keterangannya.

Menurut Sarmuji, kondisi ini memerlukan respons cepat dari pemerintah sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat. Ia mengingatkan bahwa tanpa intervensi yang tepat, tekanan tersebut berpotensi melemahkan sektor peternakan nasional yang selama ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan.

Sebagai solusi, ia mendorong pemerintah untuk meningkatkan frekuensi penggunaan telur dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam satu hingga dua bulan ke depan. Langkah ini diyakini dapat membantu meningkatkan permintaan pasar sehingga harga telur di tingkat peternak dapat kembali stabil.

“Program MBG bisa menjadi instrumen efektif untuk menyerap produksi telur peternak. Dengan peningkatan frekuensi menu telur, kita bisa membantu menyeimbangkan harga sekaligus memastikan program gizi berjalan optimal,” katanya.

Lebih lanjut, Sarmuji mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari peternak, terutama dari daerah sentra produksi seperti Blitar dan wilayah lainnya. Ia menilai besarnya jumlah peternak ayam petelur membuat persoalan ini berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat.

“Keluhan dari peternak terus berdatangan. Ini menunjukkan masalahnya nyata dan dirasakan langsung oleh pelaku usaha di lapangan. Pemerintah perlu segera hadir dengan kebijakan yang responsif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Fraksi Partai Golkar DPR RI, lanjutnya, akan terus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret guna menjaga keseimbangan harga sekaligus melindungi keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat.