Anggota Komisi XII DPR RI, Rusli Habibie
Apresiasi Dua Temuan Gas Besar di Kalimantan Timur, Rusli Habibie: Perkuat Outlook Ketahanan Energi Nasional
Jakarta, 21 April 2026 — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Rusli Habibie, menyampaikan apresiasi atas capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama dalam menemukan dua cadangan gas besar di wilayah Kalimantan Timur, yakni pada struktur Geliga dan Gula di Blok Ganal.
Rusli menilai, dua temuan tersebut merupakan capaian strategis yang menunjukkan keberhasilan pendekatan eksplorasi hulu migas yang semakin berbasis data serta didukung perbaikan iklim investasi sektor energi.
“Kami mengapresiasi capaian ini sebagai hasil dari konsistensi kebijakan eksplorasi dan penguatan tata kelola sektor hulu migas. Ini menjadi sinyal positif bahwa potensi cekungan Kutai masih sangat prospektif dan masih menyimpan peluang besar untuk dikembangkan,” ujar Rusli.
Ia menjelaskan, berdasarkan paparan pemerintah, akumulasi potensi dari dua temuan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 7 TCF gas, dengan tambahan potensi kondensat yang signifikan dan bernilai ekonomi tinggi.
“Secara teknokratis, tambahan cadangan dalam skala ini akan berkontribusi terhadap peningkatan reserve replacement ratio (RRR) nasional, sekaligus memperkuat proyeksi pasokan gas domestik dalam jangka menengah,” jelasnya.
Menurutnya, temuan ini juga relevan dalam menjawab tantangan keterbatasan pasokan gas domestik, khususnya untuk mendukung kebutuhan industri, kelistrikan berbasis gas, serta agenda hilirisasi yang tengah didorong pemerintah.
“Kita perlu memastikan bahwa gas yang ditemukan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan dalam negeri, sehingga memberikan multiplier effect yang nyata bagi perekonomian nasional,” tegas mantan Gubernur dua periode Gorontalo itu.
Lebih lanjut, ia mendorong percepatan tahapan pengembangan lapangan, mulai dari penyusunan plan of development (PoD) hingga pengambilan final investment decision (FID), dengan dukungan kepastian regulasi, skema fiskal yang kompetitif, serta integrasi infrastruktur energi guna memperkuat ketahanan energi nasional.
