Anggota Komisi IV DPR RI, Adrianus Asia Sidot, dalam rapat kerja (Raker) Komisi IV bersama Kementerian Kehutanan di Gedung Nusantara, Senayan, (20/5). Foto: dpr.go.id
Adrianus Asia Sidot Dorong Kementerian Kehutanan Perkuat Mitigasi Karhutla Hadapi El Nino
Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Adrianus Asia Sidot, meminta Kementerian Kehutanan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Menurutnya, langkah mitigasi perlu diperkuat terutama di wilayah rawan kebakaran seperti Kalimantan.
Karhutla dinilai tidak hanya berdampak terhadap kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi di daerah terdampak. Oleh karena itu, pemerintah diminta melakukan langkah pencegahan sejak awal guna menekan risiko kebakaran yang lebih besar.
“Kita sudah diingatkan akan terjadi kemarau yang kering dan panjang sebagai dampak dari El Nino. Nah, bagaimana antisipasi dari dampak El Nino ini terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan, bukan hanya di Kalimantan tetapi juga di pulau-pulau lain,” kata Adrianus dalam rapat kerja Komisi IV bersama Kementerian Kehutanan di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/26).
Ia menegaskan Kalimantan menjadi salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian khusus karena hampir setiap musim kemarau selalu menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa pemerintah perlu memperkuat kesiapan sistem mitigasi dan penanganan karhutla secara menyeluruh.
Selain peningkatan mitigasi, DPR juga meminta penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi dampak El Nino. Kesiapan personel, sarana pemadaman, hingga pengawasan di kawasan rawan kebakaran dinilai harus diperhatikan secara serius agar dampak kebakaran tidak meluas.
"Langkah ini sangat penting untuk meminimalisasi dampak kebakaran yang lebih luas, terutama menghadapi potensi kemarau panjang akibat El Nino yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah,” jelas legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut.
Adrianus juga mengingatkan bahwa ancaman karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan kawasan hutan, tetapi dapat memengaruhi kualitas udara dan menghambat aktivitas masyarakat. Karena itu, kesiapan pemerintah menghadapi musim kemarau panjang dinilai menjadi faktor krusial.
“Setiap kemarau itu pasti terjadi kebakaran hutan. Karena itu, kesiapan mitigasi dan langkah antisipasi dari pemerintah harus benar-benar diperkuat sejak dini,” pungkasnya.
