Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana
Perkuat Ketahanan Energi dan Ekonomi Daerah, Dewi Yustisiana Apresiasi Kesiapan Pemerintah Terapkan B50
Jakarta, 22 Juni 2026 — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, mengapresiasi langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang memastikan implementasi mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.
Dewi menilai kesiapan pemerintah melaksanakan B50 menunjukkan keseriusan dalam memanfaatkan sumber daya domestik untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Kebijakan ini juga menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan kemandirian energi sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Kementerian ESDM, implementasi B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga sekitar Rp157 triliun melalui pengurangan impor solar. Selain itu, program tersebut juga akan meningkatkan pemanfaatan crude palm oil (CPO) dalam negeri, menciptakan nilai tambah ekonomi, serta membuka lapangan kerja di sektor perkebunan dan industri turunannya.
Menurut Dewi, manfaat program B50 tidak hanya dirasakan pada sektor energi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah-daerah penghasil sawit, termasuk Sumatera Selatan. Meningkatnya kebutuhan bahan baku biodiesel diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi daerah, meningkatkan aktivitas industri pengolahan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dewi juga menyambut baik hasil pengujian teknis yang menunjukkan performa B50 berjalan dengan baik pada berbagai sektor, mulai dari transportasi, alat berat, perkeretaapian, hingga sektor industri. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melaksanakan program secara bertahap dan terukur.
“Kebijakan B50 menunjukkan bahwa transisi energi tidak selalu harus bergantung pada teknologi yang mahal atau impor energi baru. Indonesia memiliki sumber daya yang mampu menjadi solusi bagi kebutuhan energi nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat,” kata legislator asal daerah pemilihan Sumsel II itu.
Dewi berharap implementasi B50 dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk badan usaha energi, industri sawit, dan pemerintah daerah. Dengan demikian, target penguatan ketahanan energi, penghematan devisa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal.
