Peresmian SMK PASIM Go Internasional, Menteri P2MI Soroti Pentingnya SDM Siap Kerja Global

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Peresmian SMK PASIM Go Internasional, Menteri P2MI Soroti Pentingnya SDM Siap Kerja Global Menteri P2MI, Mulhtarudin

Peresmian SMK PASIM Go Internasional, Menteri P2MI Soroti Pentingnya SDM Siap Kerja Global

Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtaruddin, menekankan pentingnya membangun ekosistem penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi guna meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di pasar kerja internasional. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan lembaga pelatihan menjadi fondasi agar calon pekerja migran dapat bekerja di luar negeri secara aman, legal, dan profesional.

Pernyataan tersebut disampaikan Mukhtaruddin saat menghadiri peresmian SMK PASIM Go Internasional dan Pasim International Job Fair 2026, sebagaimana dikutip dari akun Instagram pribadinya.

Dalam kesempatan itu, Mukhtaruddin menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di tingkat global.

Ia menilai peluang kerja di berbagai negara masih terbuka lebar. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi, akses informasi yang memadai, serta proses penempatan yang mengikuti ketentuan dan prosedur resmi.

Dorong Pembentukan Migrant Center

Mukhtaruddin mendorong pemerintah daerah untuk membentuk Migrant Center sebagai pusat layanan informasi, edukasi, dan pendampingan bagi masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri.

Menurutnya, Migrant Center tidak hanya berfungsi sebagai tempat konsultasi, tetapi juga menjadi sarana penyebarluasan informasi mengenai berbagai peluang kerja internasional secara berkelanjutan.

“Nah setelah dibentuk Migrant Center, 6 bulan kemudian lakukanlah Job Fair, dalam rangka kita publikasikan, menginformasikan tentang peluang-peluang kerja luar negeri, dan kemudian bagaimana kita memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana bekerja secara prosedural,” ujar Menteri Mukhtaruddin.

Ia menegaskan, pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara bekerja di luar negeri sesuai prosedur sekaligus meminimalkan praktik penempatan nonprosedural yang berisiko merugikan calon pekerja migran.

Job Fair Internasional Perlu Berkelanjutan

Mukhtaruddin juga menilai penyelenggaraan job fair internasional menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kebutuhan pasar kerja global dengan lulusan sekolah vokasi maupun lembaga pelatihan yang telah memiliki kompetensi.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, memahami persyaratan kompetensi dan sertifikasi, hingga mengetahui mekanisme penempatan resmi yang harus dipenuhi.

Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkala di berbagai daerah agar akses informasi mengenai kesempatan kerja internasional semakin luas dan merata.

Pendidikan Vokasi Perkuat Daya Saing SDM

Dalam kesempatan yang sama, Mukhtaruddin mengapresiasi inisiatif SMK PASIM melalui program Go Internasional yang dinilai sejalan dengan upaya transformasi pendidikan vokasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan dunia kerja global.

Menurutnya, sekolah vokasi memiliki peran penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa asing, disiplin, etos kerja yang baik, serta mampu beradaptasi dengan budaya kerja di berbagai negara.

Dengan kualitas SDM yang terus meningkat, Indonesia diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penyedia tenaga kerja profesional yang dibutuhkan di pasar internasional.

Kolaborasi Menjadi Faktor Penentu

Mukhtaruddin menegaskan, keberhasilan mencetak pekerja migran yang kompeten tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara kementerian, pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia usaha, lembaga pelatihan, hingga sektor swasta.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh proses penyiapan tenaga kerja berjalan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi, pelatihan, sertifikasi, penempatan, hingga perlindungan selama bekerja di luar negeri.

Ia meyakini model kerja sama tersebut akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja global yang terus berkembang.

Peresmian SMK PASIM Go Internasional dan pelaksanaan Pasim International Job Fair 2026 menjadi wujud komitmen bersama dalam memperluas akses generasi muda Indonesia menuju pasar kerja internasional.

Melalui penguatan ekosistem pendidikan, pelatihan, serta penyediaan informasi yang memadai, pemerintah berharap semakin banyak talenta Indonesia dapat bekerja di luar negeri secara aman, legal, dan sesuai prosedur. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.

Share: