Hanan A. Rozak Dorong Kompetensi P3A melalui Bimtek dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi P3TGAI

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI V
Hanan A. Rozak Dorong Kompetensi P3A melalui Bimtek dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi P3TGAI Anggota Komisi V DPR RI, Hanan A. Rozak saat meninjau pelaksanaan Program P3TGAI di Lampung, Foto: Tirastv.com

Hanan A. Rozak Dorong Kompetensi P3A melalui Bimtek dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi P3TGAI

Jakarta – Peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) berjalan secara optimal. Untuk itu, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Lampung II, Hanan A. Rozak, bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan menggelar Bimbingan Teknis dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi bagi Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026 di Desa Untoro, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Sebanyak 100 peserta yang berasal dari perwakilan P3A penerima program P3TGAI di Daerah Pemilihan Lampung II akan mengikuti kegiatan tersebut.

Program bimtek dan sertifikasi ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat yang terlibat secara langsung dalam pekerjaan konstruksi P3TGAI. Peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai standar teknis, metode pelaksanaan konstruksi, keselamatan kerja, penggunaan material, hingga tata cara pengawasan dan pemeliharaan infrastruktur.

Dengan peningkatan kompetensi tersebut, P3A diharapkan tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat pembangunan. Mereka juga diharapkan mampu mengambil bagian secara aktif dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta pemeliharaan jaringan irigasi.

Hanan A. Rozak menilai kualitas sumber daya manusia memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan pembangunan fisik dalam menentukan keberhasilan infrastruktur irigasi.

“Pembangunan infrastruktur irigasi tidak cukup hanya dengan menyediakan anggaran dan membangun fisiknya. Kita juga harus memastikan masyarakat, khususnya P3A, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar pekerjaan dilaksanakan sesuai standar dan hasilnya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujar Hanan.

Menurut Hanan, keberhasilan P3TGAI seharusnya tidak hanya dilihat dari rampungnya pembangunan saluran atau jaringan irigasi. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana infrastruktur tersebut mampu meningkatkan pelayanan irigasi dan memberikan dampak terhadap produktivitas pertanian masyarakat.

Keberadaan tenaga kerja yang telah mendapatkan pembekalan dan sertifikasi diharapkan dapat mendorong pelaksanaan konstruksi yang lebih tertib dan berkualitas. Pekerjaan di lapangan diharapkan memenuhi standar mutu dan volume serta tetap mengutamakan keselamatan kerja.

Penerapan standar tersebut juga akan berpengaruh terhadap kualitas hasil pembangunan dan memperpanjang masa manfaat infrastruktur irigasi yang dibangun melalui program P3TGAI.

P3A Didorong Aktif Rawat Infrastruktur

Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelibatan P3A dalam pelaksanaan program juga dinilai dapat memperkuat rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun. Hal tersebut penting agar masyarakat memiliki kepedulian sekaligus tanggung jawab untuk menjaga dan merawat jaringan irigasi.

Dengan keterlibatan tersebut, P3A diharapkan mampu memastikan jaringan irigasi dapat dimanfaatkan secara optimal dan dipelihara secara berkelanjutan, sehingga manfaat pembangunan tidak berhenti setelah proyek selesai.

Hanan juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas P3A berkaitan erat dengan agenda penguatan ketahanan pangan di daerah. Infrastruktur irigasi yang berkualitas dan dikelola dengan baik dapat mendukung ketersediaan air untuk lahan pertanian.

Pengelolaan air yang lebih efektif juga berpotensi meningkatkan produktivitas lahan serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

“Harapannya, bimtek dan sertifikasi ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan di lapangan sehingga kualitas pekerjaan P3TGAI semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para petani,” kata Hanan.

Melalui kerja sama DPR RI, Kementerian PU, P3A, dan masyarakat, pelaksanaan P3TGAI diharapkan tidak hanya menghasilkan jaringan irigasi yang lebih baik. Program tersebut juga diharapkan mampu membangun kemandirian masyarakat dalam mengelola serta memelihara infrastruktur yang telah dibangun.

Dengan demikian, keberlanjutan infrastruktur irigasi dapat lebih terjamin dan manfaatnya dapat terus mendukung produktivitas pertanian, ketahanan pangan, serta kesejahteraan masyarakat di Lampung.

Share: