Dialog Nasional EBT IBI Kosgoro 1957, Bambang Patijaya Dorong Masukan Akademisi untuk Regulasi Energi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XII
Dialog Nasional EBT IBI Kosgoro 1957, Bambang Patijaya Dorong Masukan Akademisi untuk Regulasi Energi Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya (ke-3 dari kanan) bersama Wakil Ketua DPR RI Hj. Sari Yulianti, S.H., M.T. (Ke-3 dari kiri)saat menghadiri Dialog Nasional EBT di Kampus IBI Kosgoro 1957, Foto: topikonline.co.id

Dialog Nasional EBT IBI Kosgoro 1957, Bambang Patijaya Dorong Masukan Akademisi untuk Regulasi Energi

JAKARTA – Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957 (IBI-K57) menggelar Dialog Nasional Energi Baru Terbarukan (EBT) Series Pertama bertajuk “Bersinergi Membangun Masa Depan Energi Indonesia yang Mandiri, Adil, dan Berkelanjutan”, Kamis (10/9/26), di Graha Kampus IBI-K57.

Anggota Komisi XII DPR RI Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M. mengapresiasi sekaligus mendukung penyelenggaraan forum akademik tersebut. Menurutnya, dialog yang mempertemukan unsur pemerintah, parlemen, dunia usaha, dan akademisi menjadi ruang penting untuk membahas arah serta masa depan sektor energi Indonesia.

Bambang menilai pembahasan mengenai energi baru terbarukan semakin relevan di tengah tantangan menjaga ketahanan energi nasional dan perkembangan situasi geopolitik global. Ia mencontohkan bagaimana Indonesia mampu menjaga ketahanan energi di tengah gejolak geopolitik yang berkaitan dengan Selat Hormuz pada periode Maret hingga akhir Juli lalu.

“Energi baru terbarukan adalah isu aktual yang sangat relevan untuk dibahas sekarang. Forum seperti ini sangat baik untuk menjadi sumbangsih bagi perkembangan regulasi,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, saat ini Komisi XII DPR RI tengah membahas sejumlah agenda legislasi strategis di bidang energi. Beberapa di antaranya adalah Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) serta RUU Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET).

Selain itu, Komisi XII DPR RI juga memiliki agenda pembahasan regulasi lain yang berkaitan dengan sektor ketenagalistrikan serta perubahan iklim yang berkeadilan. Karena itu, Bambang menilai pandangan dan hasil kajian dari kalangan akademisi dapat menjadi kontribusi penting dalam memperkaya proses penyusunan kebijakan dan peraturan perundang-undangan.

Ia berharap hasil pembahasan dalam Dialog Nasional EBT yang diselenggarakan IBI-K57 dapat disampaikan kepada parlemen sebagai bahan masukan dalam proses legislasi di sektor energi.

“Kampus IBI dapat mengirimkan masukan kepada parlemen terkait temuan dan kebaruan dari dialog ini sehingga memperkaya proses legislasi,” katanya.

Menurut Bambang, Komisi XII DPR RI selama ini terbuka terhadap berbagai pandangan dari perguruan tinggi dalam pembahasan regulasi. Keterlibatan kalangan akademisi dinilai penting untuk memastikan setiap kebijakan yang disusun memiliki landasan kajian yang kuat serta mampu menjawab tantangan perkembangan sektor energi.

Dialog Nasional EBT Series Pertama tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Hj. Sari Yulianti, S.H., M.T., Rektor IBI Kosgoro 1957 Dr. H. Haswan Yunaz, Dirjen Migas Kementerian ESDM La Ode Sulaeman, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha, serta Komisaris PGN Rambe Kamarul Zaman.

Sejumlah rektor dan mahasiswa IBI-K57 juga hadir dalam forum tersebut. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas pertukaran gagasan mengenai strategi pembangunan energi nasional.

Melalui forum ini, sinergi antara akademisi, pemerintah, parlemen, dan dunia usaha diharapkan semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan sektor energi. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk mewujudkan sistem energi Indonesia yang mandiri, berkeadilan, berkelanjutan, sekaligus mampu memperkuat ketahanan energi nasional di masa depan.

Share: