Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun saat hadir sebagai pembicara dan narasumber dalam Indonesia Economic Forum 2026. Foto: CNN Indonesia
Indonesia Economic Forum 2026, Misbakhun: Indonesia Harus Naik Kelas, Dari Eksportir Komoditas Menjadi Penguasa Nilai Tambah
JAKARTA - Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun hadir sebagai pembicara dan narasumber dalam Indonesia Economic Forum 2026 yang mengangkat tema “The Future of Indonesia's Exports: Transforming Towards Value-Added, Competitive and Sustainable Growth.”
Dalam forum tersebut, Misbakhun menekankan pentingnya transformasi struktur ekonomi Indonesia agar tidak terus bergantung pada ekspor komoditas mentah. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam yang harus diolah menjadi kekuatan industri nasional.
Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari batu bara, CPO, nikel, emas, tembaga, perak, tanah jarang hingga pasir kuarsa. Kekayaan tersebut harus mampu memberikan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional.
“Indonesia tidak boleh selamanya hanya menjadi pemasok komoditas bagi dunia. Kita harus mampu menjadi pemain utama dalam perdagangan komoditas global dengan menghasilkan nilai tambah sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional.”
Misbakhun menilai penguatan resource-based economy harus menjadi bagian penting dari strategi transformasi ekonomi Indonesia. Caranya melalui penguatan industri nasional, hilirisasi, inovasi, serta pembangunan rantai nilai yang lebih panjang di dalam negeri.
Sumber daya alam tidak cukup hanya diambil dan dijual. Komoditas tersebut harus diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperbesar kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, hilirisasi perlu didukung dengan ekosistem yang kuat, termasuk pembiayaan dalam negeri, infrastruktur, teknologi, kualitas sumber daya manusia, kepastian regulasi, serta konsistensi kebijakan.
Misbakhun menegaskan bahwa transformasi tersebut harus membawa Indonesia dari posisi sebagai pemasok bahan mentah menjadi negara yang mampu menguasai nilai tambah dan rantai produksi global.
“Dengan hilirisasi, dukungan pembiayaan dalam negeri, serta kebijakan yang konsisten, Indonesia harus berani naik kelas dari pemasok komoditas menjadi negara yang menguasai nilai tambah dan menjadi pemain utama dalam ekonomi global.”
Forum Indonesia Economic Forum 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat perspektif tersebut. Masa depan ekspor Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar komoditas yang dapat dijual ke pasar dunia, tetapi juga seberapa besar nilai tambah yang mampu diciptakan di dalam negeri.
Indonesia harus naik kelas: dari negara yang kaya sumber daya alam menjadi negara industri yang mampu mengolah, menghasilkan, dan menguasai nilai tambah.
