Kementerian ESDM Uji Coba Pemanfaatan CNG 3 Kg di Lingkungan Lemigas

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Kementerian ESDM Uji Coba Pemanfaatan CNG 3 Kg di Lingkungan Lemigas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika dijumpai setelah Rapat Kerja dengan Komisi X II DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan,(31/8). Foto: Antara

Kementerian ESDM Uji Coba Pemanfaatan CNG 3 Kg di Lingkungan Lemigas

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menguji coba penggunaan tabung compressed natural gas (CNG) berukuran tiga kilogram (kg) kepada pengguna. Namun, pelaksanaan uji coba tersebut saat ini masih terbatas bagi masyarakat yang berada di lingkungan internal Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, pemerintah menargetkan hasil evaluasi uji coba tersebut dapat diperoleh pada September ini. Evaluasi tidak hanya difokuskan pada aspek teknis dan kinerja tabung, tetapi juga pada pola pemanfaatan CNG oleh pengguna.

“September ini kami akan dapatkan hasil evaluasi, bukan hanya dari sisi kinerja tabung, melainkan juga dari sisi bagaimana dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Laode Sulaeman ketika ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin. (31/8/26).

Laode menjelaskan, masyarakat yang terlibat dalam tahap awal pengujian masih berasal dari lingkungan internal Lemigas. Di kawasan tersebut terdapat sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut menjadi bagian dari pengguna dalam uji coba.

“Masyarakat (yang uji coba) masih terbatas di lingkungan internal Lemigas. Kan di sana ada UMKM,” kata Laode.

Menurutnya, uji coba dalam satu bulan terakhir telah memasuki tahap penggunaan secara langsung oleh pengguna. Tahapan ini menjadi perkembangan dari pengujian sebelumnya yang lebih berfokus pada aspek tabung dan kesiapan teknis.

“Kalau kemarin kan kita masih uji coba tahapan tabung dan lain-lain, sekarang kami sedang siapkan untuk digunakan dan dievaluasi selama satu bulan,” ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa teknologi CNG sejatinya bukan merupakan hal baru di Indonesia. Pemanfaatan CNG telah dilakukan di sejumlah sektor, seperti perhotelan, restoran dan kafe atau horeka, hingga untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun demikian, penggunaan CNG selama ini umumnya masih menggunakan tabung dengan kapasitas yang lebih besar, yakni di atas 10 hingga 20 kilogram. Karena itu, pemerintah terus melakukan kajian dan pengujian untuk mengembangkan pemanfaatan CNG dalam ukuran yang lebih kecil.

Bahlil menyebut tantangan utama dalam pengembangan CNG 3 kg terletak pada persoalan teknis. Hal itu karena tekanan gas pada CNG mencapai sekitar 200 hingga 250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan liquefied petroleum gas (LPG) yang memiliki tekanan sekitar 5 hingga 10 bar.

Pemerintah pun terus mengkaji kemungkinan pemanfaatan CNG sebagai alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, sehingga seluruh tahapan pengujian perlu dilakukan secara matang dan berkelanjutan.

Menurut Bahlil, CNG memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena sumber bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Indonesia memiliki cadangan gas alam yang cukup melimpah dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Selain itu, pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi untuk dialokasikan bagi kebutuhan di dalam negeri.

Melalui serangkaian uji coba tersebut, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aspek keamanan, teknis, hingga efektivitas pemanfaatan CNG 3 kg sebelum program tersebut dikembangkan secara lebih luas kepada masyarakat.

Share: