Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq
Ranny Fahd Arafiq Soroti Risiko Abu Vulkanik bagi Ojol dan Pekerja Lapangan: Minta Pemerintah Percepat Langkah Mitigasi
JAKARTA — Penyebaran abu vulkanik yang kian meluas di sejumlah wilayah Banten, Jawa Barat, hingga Jakarta menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Situasi ini memprihatinkan karena paparan debu tajam yang hinggap di pemukiman dan jalan raya belum sepenuhnya terantisipasi dengan langkah mitigasi terpadu di lapangan.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, menyoroti dampak langsung kondisi tersebut yang menyasar kelompok pekerja luar ruangan, khususnya pengemudi ojek online (ojol) dan kurir logistik. Aktivitas harian mereka di jalan raya membuat risiko terpapar partikel silika sangat tinggi, yang berpotensi memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata parah, hingga gangguan kulit.
Ranny mengungkapkan kekhawatirannya jika pemerintah lambat mengambil tindakan terstruktur. Lonjakan kasus penyakit pernapasan tidak hanya akan membebankan fasilitas kesehatan dan sistem jaminan sosial, tetapi juga berisiko memunculkan persoalan sosial-ekonomi baru yang lebih kompleks akibat menurunnya produktivitas para pekerja rentan.
“Persoalan abu vulkanik ini tidak bisa dianggap angin lalu atau dibiarkan mereda sendiri. Saya meminta pemerintah pusat dan daerah untuk segera mempercepat langkah mitigasi darurat secara menyeluruh. Kementerian Kesehatan beserta dinas terkait harus turun tangan membagikan masker standar medis secara gratis di titik-titik krusial dan memastikan seluruh puskesmas siaga 24 jam,” ujar Ranny Fahd Arafiq
Secara khusus, Ranny mengimbau para pengemudi ojol dan pekerja lapangan untuk tidak mengabaikan keselamatan kerja di tengah kondisi buruk ini. “Kepada rekan-rekan ojol dan pekerja lapangan, saya mohon prioritaskan keselamatan diri sendiri. Jangan paksakan narik tanpa perlengkapan yang proper. Gunakan masker berfiltrasi tinggi seperti N95 atau KN95, kacamata pelindung, dan pakaian lengan panjang untuk meminimalkan kontak langsung dengan abu,” tegasnya.
Selain pemerintah, Ranny juga mendesak perusahaan aplikator transportasi online dan perusahaan logistik untuk mengambil peran aktif. Aplikator diminta menunjukkan kepedulian nyata dengan menyediakan fasilitas alat pelindung diri (APD) dasar bagi para mitra pengemudi yang tetap beroperasi di kawasan terdampak.
Ia berharap koordinasi lintas lembaga mulai dari Badan Geologi, BMKG, Kemenkes, hingga pemerintah daerah dapat berjalan lebih solid, cepat, dan transparan. Penyampaian informasi mengenai kualitas udara dan ketersediaan posko kesehatan harus terus diperbarui agar masyarakat mendapatkan kepastian penanganan.
Melalui percepatan langkah mitigasi dari pemerintah serta kesadaran mandiri dari para pekerja lapangan, Ranny optimistis ancaman krisis kesehatan akibat abu vulkanik dapat ditekan secara maksimal. Penanganan preventif yang sigap diharapkan mampu menjaga keselamatan warga tanpa harus menghentikan denyut perekonomian masyarakat.
