Target Lifting 610 Ribu Barel, Bambang Patijaya Dorong Pengembangan Sumur Baru Dipercepat

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XII
Target Lifting 610 Ribu Barel, Bambang Patijaya Dorong Pengembangan Sumur Baru Dipercepat Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya usai mengikuti Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, (14/8). Foto : dpr.go.id

Target Lifting 610 Ribu Barel, Bambang Patijaya Dorong Pengembangan Sumur Baru Dipercepat

Jakarta – Komisi XII DPR RI menilai target lifting minyak bumi sebesar 610 ribu barel per hari (barrel per day/bpd) dalam RAPBN 2027 masih realistis untuk diwujudkan. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah dinilai perlu memaksimalkan produksi dari sumur yang telah beroperasi sekaligus mempercepat pengembangan lapangan dan sumur migas baru.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan pencapaian target lifting harus disertai langkah untuk mengantisipasi penurunan produksi secara alamiah (natural decline), khususnya pada lapangan migas yang telah berusia tua. Strategi optimalisasi produksi diperlukan untuk menjaga kesinambungan pasokan minyak dan gas bumi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Bambang setelah mengikuti Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/26). Ia merespons target lifting migas yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian RAPBN 2027.

Menurut Bambang, target tersebut mencerminkan peningkatan keseriusan pemerintah dalam menggenjot produksi migas nasional. Ia juga melihat capaian produksi sebelumnya sebagai modal optimisme untuk meningkatkan target lifting pada tahun mendatang.

“Saya lihat target 610 ribu barel per hari ini target yang realistis dan memang kita harus agak meningkat dibanding sebelumnya. Kita tahu bahwa prestasi tahun 2025 kemarin, kita untuk pertama kali rebound dan kemudian melampaui target APBN,” ujar Patijaya kepada wartawan

Meski demikian, Bambang mengakui sektor hulu migas masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah penurunan produksi pada lapangan-lapangan yang telah memasuki fase matang.

Ia menjelaskan, natural decline merupakan penurunan produksi yang terjadi secara alamiah seiring dengan bertambahnya usia sumur maupun lapangan migas. Kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui berbagai langkah optimalisasi agar penurunan produksi tidak terlalu besar.

“Melihat dari capaian yang ada, walaupun kita melihat ada beberapa kendala-kendala lapangan, adanya natural decline yang cukup tinggi pada Cepu, tetapi kita juga melihat bagaimana upaya optimalisasinya itu dari semua pihak. Sehingga dengan demikian kita melihat target 610 ini menurut saya realistis dan achievable,” terangnya.

Untuk itu, Bambang mendorong pemerintah bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus memaksimalkan potensi sumur-sumur yang masih berproduksi. Pada saat yang sama, pengembangan sumur baru perlu dipercepat sebagai langkah menjaga tingkat produksi nasional di tengah menurunnya produktivitas lapangan-lapangan tua.

Optimalisasi tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi dan peningkatan pengelolaan lapangan. Beberapa upaya yang dapat ditempuh antara lain penerapan teknologi peningkatan perolehan minyak (*Enhanced Oil Recovery*/EOR) serta mengaktifkan kembali sumur-sumur yang sudah tidak berproduksi (idle wells).

Dengan pendekatan tersebut, produksi dari lapangan yang sudah beroperasi dapat dipertahankan sekaligus diperkuat dengan tambahan produksi dari lapangan-lapangan baru.

Bambang juga melihat peluang pencapaian target lifting gas bumi nasional cukup terbuka. Ia menyebut sejumlah sumur gas baru mulai berproduksi dan diharapkan dapat memberikan tambahan pasokan untuk mendukung target nasional.

“Untuk lifting gas juga demikian. Walaupun beberapa sumur kita ada mengalami natural decline, tetapi kita sekarang ini mulai memproduksi beberapa sumur-sumur gas baru. Saya cukup optimis bahwa progres lapangannya cukup bagus, jadi baik untuk lifting crude maupun lifting gas menurut saya semuanya realistis dan achievable,” tandas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Share: