Komisi XII DPR Dorong Optimalisasi Energi Surya, Target PLTS Ditingkatkan Jadi 100 GW

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XII
Komisi XII DPR Dorong Optimalisasi Energi Surya, Target PLTS Ditingkatkan Jadi 100 GW Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya

Komisi XII DPR Dorong Optimalisasi Energi Surya, Target PLTS Ditingkatkan Jadi 100 GW

Jakarta – Komisi XII DPR RI mendorong pemanfaatan potensi energi surya secara maksimal sebagai salah satu strategi memperkuat kemandirian sekaligus ketahanan energi nasional. Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui peningkatan target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi 100 Gigawatt (GW) hingga 2034 dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengatakan, peningkatan target PLTS tersebut merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sinar matahari yang tersedia melimpah di Indonesia. Menurutnya, kebijakan itu juga mempertegas arah Indonesia dalam menjalankan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Bambang setelah menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/26).

Bambang menilai pengembangan energi surya merupakan pilihan yang tepat bagi Indonesia yang memiliki karakteristik sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun. Oleh sebab itu, peningkatan kontribusi PLTS dalam perencanaan ketenagalistrikan nasional dinilai penting untuk membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.

“Itu kan merupakan salah satu langkah bagaimana kita mengoptimalkan sumber daya matahari kita menjadi energi dan itu sudah dirasionalkan, sudah dimasukkan di dalam RUPTL,” ujar Patijaya kepada wartawan.

Ia mengungkapkan adanya perubahan cukup besar dalam sasaran pengembangan PLTS pada RUPTL terbaru. Jika sebelumnya kapasitas PLTS diproyeksikan berada di kisaran 17 GW, kini pemerintah mengoptimalkannya menjadi 100 GW hingga 2034.

“Jadi dalam RUPTL kita yang terakhir ini terkait dengan pengembangan PLTS itu tidak lagi 17 Gigawatt, tetapi sudah dioptimalkan menjadi 100 Gigawatt di dalam menuju 2034,” jelasnya.

Menurut Bambang, peningkatan target tersebut juga sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk terus memperluas pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan (EBT). Ia menilai momentum peringatan kemerdekaan Indonesia harus menjadi dorongan bagi bangsa untuk semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi dengan mengandalkan potensi sumber daya yang dimiliki di dalam negeri.

Namun, pengembangan energi surya tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur. Bambang menekankan pentingnya dukungan regulasi agar proses transisi energi dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Dalam hal ini, Komisi XII DPR RI bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR RI terus mengawal penyusunan sejumlah regulasi di bidang energi. Beberapa di antaranya adalah Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBT) serta RUU Minyak dan Gas Bumi (Migas).

Mengenai perkembangan pembahasan RUU EBT, Bambang menyebut proses legislasi masih berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku di DPR RI. Ia juga menyampaikan bahwa pembahasan RUU tersebut saat ini diketahui berlangsung di Baleg.

“Saya pikir itu dikembalikan kepada mekanisme yang berlaku saja, ini kan sedang proses pembahasan. Untuk pembahasan sejauh mana RUU EBT, setahu kami itu ada dibahas di Baleg sekarang,” pungkasnya.

Share: