Ilham Permana: Industri Genteng, Keramik, dan Ubin Harus Mampu Kuasai Pasar Ekspor

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI VII
Ilham Permana: Industri Genteng, Keramik, dan Ubin Harus Mampu Kuasai Pasar Ekspor Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana saat Kunjungan Spesifik ke PT. M-Class Karawang, Jawa Barat, (18/9). Foto: dpr.go.id

Ilham Permana: Industri Genteng, Keramik, dan Ubin Harus Mampu Kuasai Pasar Ekspor

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Ilham Permana mendorong penguatan industri genteng, keramik, dan ubin nasional agar semakin kompetitif dan mampu memperluas penetrasi ke pasar ekspor. Menurutnya, keberadaan industri manufaktur memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional sehingga berbagai tantangan yang dihadapi sektor tersebut perlu mendapat perhatian.

Hal itu disampaikan Ilham setelah mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI ke PT M-Class Industry, Karawang, Jawa Barat, Jumat (18/9/26). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi industri sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan yang masih dihadapi sektor genteng, keramik, dan ubin.

“Hari ini Komisi VII melaksanakan kunjungan kerja ke salah satu pabrikan genteng M-Class. Kita hanya ingin mengetahui apa yang menjadi bottleneck atau hambatan-hambatan utama di industri genteng, keramik, dan ubin,” ujar Ilham.

Menurut Ilham, pemetaan terhadap persoalan yang menghambat industri menjadi langkah penting untuk menentukan kebijakan dan solusi yang dapat mendukung pertumbuhan sektor tersebut. Dengan demikian, industri genteng, keramik, dan ubin diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga meningkatkan daya saing dan memperluas pasarnya ke tingkat global.

“Ini menjadi sebuah keniscayaan buat kita agar industri yang bergerak di bidang keramik, ubin, dan genteng ini bisa berkembang, maju, berdaya saing, dan pada akhirnya juga bisa menguasai pangsa pasar ekspor,” katanya.

Ilham menegaskan Komisi VII DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan dengan terus mengawal persoalan yang dihadapi pelaku industri manufaktur. Koordinasi bersama pemerintah juga akan diperkuat guna mencari langkah penyelesaian yang dapat menjaga keberlangsungan sektor industri.

Ia menilai penguatan manufaktur menjadi semakin penting sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Industri manufaktur ini sangat-sangat memberikan kontribusi yang berarti buat pertumbuhan ekonomi, karena kontributor PDB dari industri manufaktur merupakan salah satu kontributor yang terbesar, selain dari pariwisata dan dari ekonomi kreatif serta dari UMKM,” katanya.

Lebih lanjut, Ilham menyampaikan Komisi VII DPR RI akan terus berupaya mencari jalan keluar bersama pemerintah atas berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang mampu menjaga kelangsungan industri sekaligus tetap memperhatikan kepentingan para pihak yang berkaitan dengan sektor tersebut.

“Insya Allah ke depan kita akan mencari solusi yang menguntungkan banyak pihak bersama pemerintah, agar industri ini tetap bisa bertahan di tengah daya saing yang sebenarnya memang cukup memerlukan perhatian kita,” ujarnya.

Share: