Ali Mufthi Kawal Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, Warga Trenggalek Harap Bebas dari Ancaman Banjir

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI V
Ali Mufthi Kawal Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, Warga Trenggalek Harap Bebas dari Ancaman Banjir Anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi saat meninjau progres pekerjaan tanggul di Trenggalek, Jatim.

Ali Mufthi Kawal Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, Warga Trenggalek Harap Bebas dari Ancaman Banjir

Jakarta — Rasa khawatir yang selama bertahun-tahun dirasakan warga Dusun Wadi Kidul, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, setiap memasuki musim hujan mulai berganti dengan harapan. Pembangunan bronjong penahan tanggul di sepanjang aliran Sungai Ngasinan kini mulai direalisasikan sebagai upaya mengurangi ancaman banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Pembangunan infrastruktur penguatan tanggul itu mendapat perhatian langsung dari Anggota Komisi V DPR RI, H. Ali Mufthi. Legislator Partai Golkar tersebut turun langsung meninjau progres pekerjaan bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Kehadiran pembangunan bronjong menjadi kabar baik bagi warga RT 14 RW 6 Dusun Wadi Kidul. Wilayah permukiman yang berada di dekat aliran sungai dan kawasan persawahan selama ini cukup rentan terhadap genangan dan luapan air ketika curah hujan meningkat.

Bagi masyarakat setempat, banjir bukan hanya persoalan genangan air. Saat debit Sungai Ngasinan meningkat, air dapat meluap dan mengalir ke area persawahan sebelum akhirnya menggenangi kawasan permukiman warga.

Imam Solikin, salah seorang warga Desa Ngadirenggo, mengatakan kondisi yang paling dikhawatirkan terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Selain luapan air, warga juga menghadapi ancaman kerusakan tanggul di sekitar sungai.

"Kalau banjir kecil, air membanjiri pemukiman dari luapan sawah. Tapi kalau banjir besar, bahayanya tanggul di sebelah utara maupun selatan bisa jebol," tutur Imam.

Ia berharap pembangunan bronjong dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Menurutnya, penguatan tanggul dari sisi utara hingga selatan diperlukan agar perlindungan terhadap permukiman warga benar-benar maksimal.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, H. Ali Mufthi menegaskan penanganan persoalan luapan Sungai Ngasinan membutuhkan langkah yang dilakukan secara berkesinambungan. Ia mengatakan pihaknya bersama BBWS Brantas berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di wilayah tersebut.

"Hari ini saya bersama rekan-rekan dari BBWS Brantas meninjau langsung progres di lapangan sekaligus menyerap aspirasi warga. Pembangunan ini memang dikerjakan secara berkesinambungan," ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Ali Mufthi, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa penanganan pada tahap awal difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai paling rawan. Pekerjaan penguatan tanggul saat ini dilakukan sepanjang sekitar 70 meter.

Sementara itu, masih terdapat sekitar 30 meter bagian yang direncanakan untuk dilanjutkan melalui alokasi anggaran pada tahap berikutnya. Menurut Ali, pengerjaan secara bertahap dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan dan pemerataan anggaran, namun tetap mengedepankan kualitas pembangunan.

"Kami pastikan pengawalan anggaran di tingkat pusat terus berjalan agar sisa pengerjaan segera tuntas. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan dampaknya dan merasa aman," tambah Ali Mufthi.

Bagi warga Desa Ngadirenggo, pembangunan bronjong di Sungai Ngasinan memiliki arti lebih dari sekadar pembangunan fisik. Struktur penahan tanggul tersebut diharapkan menjadi perlindungan bagi permukiman, lahan pertanian, serta aktivitas masyarakat dari ancaman luapan air sungai.

Dengan pembangunan yang terus berjalan, warga Dusun Wadi Kidul kini berharap dapat menghadapi musim penghujan dengan rasa aman dan optimisme baru. Penguatan tanggul Sungai Ngasinan diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat setiap tahun.

Share: