Perkuat Ekonomi Desa, Lamhot Sinaga Dorong Pengembangan IKM Berbasis Potensi Lokal

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI VII
Perkuat Ekonomi Desa, Lamhot Sinaga Dorong Pengembangan IKM Berbasis Potensi Lokal Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga saat menghadiri kegiatan pengembangan wirausaha baru IKM pengolahan pupuk organik di Tapanuli Utara, (27/10). Foto: daulat.co

Perkuat Ekonomi Desa, Lamhot Sinaga Dorong Pengembangan IKM Berbasis Potensi Lokal

Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mendorong masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mengembangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis potensi lokal untuk memperkuat perekonomian daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Lamhot saat menghadiri kegiatan pengembangan wirausaha baru IKM pengolahan pupuk organik di Kecamatan Pahae Jae, Selasa (27/10/26). Kegiatan yang berlangsung pada masa reses itu diikuti ratusan peserta dari masyarakat setempat.

Lamhot menilai, pengolahan pupuk organik memiliki prospek untuk dikembangkan di wilayah yang mengandalkan sektor pertanian. Pemanfaatan bahan baku dari aktivitas pertanian dan peternakan dapat menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah.

Ia menekankan bahwa pelaku IKM tidak cukup hanya menguasai proses produksi. Pengetahuan mengenai standar mutu, pengemasan, perizinan, pemasaran, dan pengelolaan keuangan juga diperlukan agar usaha dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Menurutnya, pengembangan IKM perlu didukung akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi, pendampingan usaha, serta perluasan jaringan pemasaran. Dengan dukungan tersebut, potensi lokal diharapkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki daya saing dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Data Kementerian Perindustrian yang disampaikan pada Februari 2025 mencatat sekitar 4,52 juta unit usaha IKM di Indonesia hingga triwulan III 2024. Sektor ini menyerap sekitar 13,11 juta tenaga kerja atau 65,52 persen dari total tenaga kerja sektor industri.

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa IKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat. Di Tapanuli Utara, peluang pengembangan industri pengolahan juga ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menyumbang 44,85 persen terhadap PDRB daerah pada 2024.

Selain mendorong pengolahan pupuk organik di Pahae Jae, Lamhot sebelumnya memberikan materi mengenai pengembangan ekonomi kreatif berbasis industri cokelat di Purba Tua, Kabupaten Tapanuli Utara.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan potensi perkebunan kakao dengan mengembangkan produk olahan, mulai dari pengolahan biji kakao hingga pembuatan makanan berbahan cokelat. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan nilai jual hasil perkebunan sekaligus membuka peluang usaha baru di perdesaan.

Lamhot juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan industri cokelat, terutama melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, penguatan merek, dan pemasaran yang lebih luas.

Menurutnya, pengembangan IKM pupuk organik dan industri cokelat memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengolahan sumber daya lokal.

Lamhot berharap pelatihan dan pendampingan kewirausahaan di Tapanuli Utara dapat berlanjut menjadi kegiatan usaha nyata. Sinergi pemerintah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai penting agar potensi daerah mampu berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Share: