Hanan A Rozak Apresiasi Transformasi Pertanian Mentan Amran, Mekanisasi dan Kepastian Harga Jadi Kunci

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI IV
Hanan A Rozak Apresiasi Transformasi Pertanian Mentan Amran, Mekanisasi dan Kepastian Harga Jadi Kunci Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hanan A. Rozak dalam forum diskusi Agri Pulse yang digagas Kementerian Pertanian di Jakarta Selatan, (21/10).

Hanan A Rozak Apresiasi Transformasi Pertanian Mentan Amran, Mekanisasi dan Kepastian Harga Jadi Kunci

Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hanan A Rozak, mengapresiasi langkah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mendorong transformasi sektor pertanian selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta kebijakan untuk menjaga kepastian harga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan semangat petani dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Hanan dalam diskusi publik Agripulse bertajuk Dua Tahun Transformasi Pertanian Era Prabowo di Jakarta, Rabu (21/10/26). Ia menilai modernisasi melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan sektor pertanian, terutama keterbatasan tenaga kerja dan kebutuhan meningkatkan efisiensi produksi.

“Pak Menteri kita ini luar biasa. Dari tahun 2014 memberi perhatian kepada mekanisasi. Wajar kita sebut sebagai Bapak Modernisasi Pertanian. Saya beri apresiasi kepada beliau,” kata Hanan.

Menurut Hanan, perubahan yang terjadi di sektor pertanian merupakan hasil dari berbagai kebijakan yang menyasar sejumlah aspek produksi. Upaya tersebut meliputi perluasan areal tanam, pembenahan jaringan irigasi, penyediaan benih dan pupuk, serta pengembangan mekanisasi untuk mendukung kegiatan usaha tani.

Berbagai intervensi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, petani diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus menghadapi tantangan perubahan kondisi sektor pertanian.

Hanan juga mengapresiasi kemampuan Mentan Amran dalam meyakinkan Presiden Prabowo untuk memberikan perhatian dan dukungan anggaran yang lebih besar terhadap sektor pertanian. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan agenda penguatan kedaulatan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam Asta Cita.

Mekanisasi, Irigasi, dan Pupuk Perkuat Produktivitas

Hanan menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap pertanian telah diwujudkan melalui sejumlah program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan petani. Salah satunya adalah peningkatan luas panen padi dari sekitar 10 juta hektare pada 2024 menjadi 11 juta hektare pada 2025.

Peningkatan tersebut didukung oleh upaya perbaikan infrastruktur irigasi dan penyediaan sarana produksi. Menurutnya, pembenahan jaringan pengairan, termasuk saluran tersier yang berdekatan dengan lahan pertanian, sangat penting untuk menjamin ketersediaan air bagi petani selama proses budidaya.

Selain infrastruktur, Hanan memberikan perhatian terhadap pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi. Kemudahan memperoleh pupuk dengan harga terjangkau, jumlah yang sesuai kebutuhan, serta distribusi tepat waktu dinilai membantu petani menjalankan kegiatan produksi dengan lebih baik.

Ia menilai penyederhanaan regulasi menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi hambatan distribusi pupuk yang selama ini dihadapi petani.

“Luar biasa ini. Ini baru terjadi. Pupuk mudah diperoleh dengan penyederhanaan regulasi. Bisa diperoleh tepat waktu, tepat jumlah, harga terjangkau oleh masyarakat,” ungkapnya.

Hanan juga menekankan pentingnya mekanisasi untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian. Di tengah meningkatnya usia rata-rata petani dan terbatasnya ketersediaan tenaga kerja, penggunaan alat dan mesin pertanian menjadi kebutuhan untuk menjaga efisiensi proses produksi.

Modernisasi melalui mekanisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuat sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda. Dengan dukungan teknologi dan peralatan yang memadai, kegiatan pertanian dapat dilakukan secara lebih efektif dan mampu menjawab tantangan kebutuhan pangan yang terus berkembang.

Kepastian Harga Tingkatkan Motivasi Petani

Selain dukungan sarana produksi, Hanan menilai kepastian harga jual hasil panen menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi petani untuk terus berproduksi.

Kebijakan penetapan harga pembelian pemerintah (HPP), penyerapan gabah oleh Perum Bulog, serta penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dinilai memiliki peran dalam menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Menurut Hanan, kepastian harga dan tersedianya pasar bagi hasil panen dapat memberikan keyakinan kepada petani untuk meningkatkan kegiatan tanam. Dengan kondisi tersebut, petani memiliki pertimbangan ekonomi yang lebih baik dalam menentukan keberlanjutan usaha mereka.

“Petani tidak perlu diperintah-perintah. Harga diperbaiki, kemudian sarana dan prasarana tersedia. Harga jualnya bagus, mereka akan tanam,” tutur Hanan.

Ia menegaskan, keberhasilan meningkatkan produksi dan mencapai swasembada pangan harus diikuti dengan konsistensi kebijakan pemerintah. Berbagai program yang telah berjalan, mulai dari perbaikan irigasi, kemudahan akses pupuk, mekanisasi, hingga penguatan kelembagaan petani, perlu dipertahankan agar capaian sektor pertanian dapat terus meningkat.

Menurutnya, kesinambungan program menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan ketahanan pangan nasional tidak hanya tercapai dalam jangka pendek.

“Kita sudah swasembada pangan. Jangan sampai kendor lagi, harus kencang,” tegasnya.

Hanan berharap transformasi pertanian yang berlangsung selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat terus dilanjutkan melalui kebijakan yang konsisten dan berorientasi pada kebutuhan petani.

Dengan penguatan sarana produksi, modernisasi pertanian, perbaikan tata kelola pupuk, serta kepastian harga hasil panen, ia optimistis fondasi swasembada pangan nasional dapat dipertahankan dan diperkuat secara berkelanjutan.

Share: