Fraksi Golkar Dorong Pemerintah Optimalkan Program Padat Karya bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera

  1. Beranda
  2. Berita
  3. Fraksi Golkar DPR RI
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI / Sekjen DPP Partai Golkar, M. Sarmuji

Fraksi Golkar Dorong Pemerintah Optimalkan Program Padat Karya bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera

Jakarta- Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan program padat karya bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menurutnya, bantuan pascabencana tidak cukup hanya berupa bantuan logistik dan tanggap darurat. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat terdampak memiliki sumber penghasilan agar dapat kembali bangkit secara mandiri. Salah satu caranya adalah dengan melibatkan warga dalam program padat karya yang langsung menyentuh kebutuhan pemulihan lingkungan.

“Masyarakat terdampak bencana perlu diberikan upah untuk memperbaiki lingkungannya sendiri. Dengan begitu, rakyat tidak hanya terbantu secara fisik, tetapi juga memperoleh penghasilan pascabencana,” kata Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, (30/12/25).

Sarmuji menilai bahwa program ini dinilai penting sebagai langkah cepat pemulihan sosial-ekonomi masyarakat pascabencana.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar ini menjelaskan program padat karya dapat diarahkan pada kegiatan pembersihan puing, perbaikan fasilitas umum, normalisasi saluran air, hingga rehabilitasi lingkungan permukiman.

Disamping mempercepat pemulihan wilayah terdampak, skema ini juga menjaga daya beli masyarakat di tengah situasi sulit.

Fraksi Partai Golkar, kata Sarmuji, memandang pendekatan ini sejalan dengan prinsip gotong royong dan keadilan sosial. Negara hadir bukan hanya sebagai pemberi bantuan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi rakyat di masa krisis.

“Padat karya pascabencana adalah solusi yang manusiawi dan produktif. Rakyat diberdayakan, bukan sekadar menunggu bantuan. Ini penting untuk memulihkan martabat dan kepercayaan diri masyarakat terdampak,” jelasnya.

Sarmuji berharap pemerintah pusat dan daerah dapat berkoordinasi secara cepat untuk mengalokasikan anggaran dan merancang program padat karya yang fleksibel sesuai kebutuhan lokal di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Dengan langkah ini, pemulihan pascabencana diharapkan berjalan lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan," tutupnya..