Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia saat melakukan wawancara dengan wartawan di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, (27/3). Foto: ANTARA
Upayakan Dua Tanker Pertamina Keluar dari Hormuz, Menteri Bahlil: Pemerintah RI Jalin Komunikasi Intensif dengan Iran
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi secara intensif dengan pemerintah Iran untuk mengupayakan dua kapal tanker Pertamina keluar dari Selat Hormuz.
“Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun,” kata Bahlil saat dijumpai wartawan di kantor Kemenko Bidang Perekonomian di Jakarta, Jumat (27/3/26).
Diketahui bahwa sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah memastikan keselamatan awak kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz, di tengah ketegangan geopolitik yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, pada Rabu (4/3), Bahlil juga memastikan bahwa terjebaknya dua kapal tersebut di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif energi di Amerika Serikat.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron pada Selasa (3/3) mengatakan, total terdapat empat kapal terkait, namun dua kapal lainnya berada di luar Selat Hormuz.
Baron menyebutkan bahwa kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah saat ini sekitar 19 persen dari total impor minyak mentah ke Indonesia.
Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan skema distribusi melalui sistem reguler, alternatif, maupun darurat guna menjaga ketahanan energi nasional.
Sementara itu, Jumat (27/3), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia supaya dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.
Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.
Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional, kata Nabyl, meski belum memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.
