Percepat Indonesia Jadi Pemain Utama Baterai EV, Ketua Komisi XII DPR RI Apresiasi Proyek HPAL PT Vale

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XII
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Kota Kendari, (15/4). Foto: dpr.go.id

Percepat Indonesia Jadi Pemain Utama Baterai EV, Ketua Komisi XII DPR RI Apresiasi Proyek HPAL PT Vale

Jakarta - Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Patijaya menyoroti langkah strategis PT Vale yang saat ini tengah mengembangkan infrastruktur untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik (EV). Adapun hal tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan penuh parlemen terhadap program hilirisasi nikel nasional.

Bambang mengapresiasi progres pembangunan pabrik High-Pressure Acid Leaching (HPAL) yang sedang berjalan. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama strategis antara beberapa perusahaan multinasional dan otomotif global.

"Tadi sudah dilaporkan pada kami bahwa PT Vale sedang merampungkan pembangunan pabrik HPAL tadi antara Vale dengan Huayou Cobalt Co. (Huayou), dan Ford sebagai offtaker," kata Bambang Patijaya kepada wartawan usai memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI ke Kota Kendari, Rabu (15/4/26).

Kerja sama tiga pihak tersebut dinilai sebagai langkah nyata dari komitmen investasi yang akan membawa keuntungan besar bagi negara. Penambahan fasilitas ini diyakini akan memperkuat daya saing industri nikel dalam negeri.

Bambang juga menekankan bahwa nikel Indonesia tidak boleh lagi hanya diekspor dalam bentuk logam mentah. Pembangunan fasilitas HPAL dinilai sangat krusial untuk mendukung visi pengembangan baterai Electric Vehicle (EV).

"Mudah-mudahan ini segera terealisasi dengan demikian Indonesia segera menjadi salah satu pemain EV mungkin di hulunya di baterainya dulu. Tentu kami memberikan apresiasi dan dorongan," ucapnya. 

Kendati demikian, Ia juga mengingatkan agar fungsi kepatuhan terhadap standar lingkungan hidup tetap dijalankan dengan ketat. Ia menyoroti adanya laporan penurunan peringkat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) dari perusahaan tersebut.

"Kepada Vale tadi kami sudah exercise juga dan kami mendapat laporan terkait dengan operasinya memang beberapa waktu lalu terjadi persoalan teknis di bidang lingkungan sehingga di bidang proper lingkungannya pun jadi turun dari sebelumnya proper emas menjadi merah. Tetapi kami mendapat laporan terkait dengan upaya-upaya bagaimana Vale melakukan perbaikan untuk segera recovery," pungkasnya.