Misbakhun Tegaskan Peran MBG Sebagai Instrumen Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI XI
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun dalam kegiatan serap aspirasi di Kabupaten dan Kota Pasuruan, (1/5). Foto: ANTARA

Misbakhun Tegaskan Peran MBG Sebagai Instrumen Pemerintah Tingkatkan Kualitas SDM

Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Jadi, ini (MBG) bagian dari intervensi pemerintah dalam untuk tingkatkan kualitas SDM," kata Misbakhun dalam kegiatan serap aspirasi masyarakat di Kabupaten dan Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (1/5/26).

Dalam kesempatan tersebut, ia membandingkan kondisi masa lalu dengan situasi saat ini. “Zaman saya dulu masih harus bayar SPP, berangkat ke sekolah juga tanpa sarapan. Kini, anak-anak tidak hanya cukup makan, gizinya juga dipikirkan negara,” katanya.

Misbakhun juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif terkait kebijakan pemerintah yang beredar di media sosial. “Kalau orang di TikTok bilang Indonesia gelap, jangan percaya. MBG ini agar anak-anak kita nanti bisa bersaing dengan bangsa-bangsa besar di seluruh dunia, sehingga upaya pemerintah mengintervensi generasi mendatang tidak bergizi buruk, harus kita dukung,” ujarnya.

Selain menyoroti program MBG, ia turut menjelaskan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah tekanan kenaikan harga energi global. "Sekali lagi, kebijakan subsidi menjadi instrumen utama negara untuk melindungi daya beli rakyat," katanya.

Ia menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik internasional terhadap harga energi, kehadiran negara melalui kebijakan subsidi menjadi penting untuk melindungi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia terus berupaya menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil, meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan.

“Karena situasi itu harga minyak menjadi naik. Di seluruh dunia naik, hanya di Indonesia yang tidak naik, BBM bersubsidi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah bahkan menargetkan harga BBM bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun, termasuk dalam skenario lonjakan harga minyak global. “Presiden dan Pak Bahlil pergi ke negara-negara produsen minyak agar masuk ke Indonesia dalam jumlah besar sehingga harga BBM bersubsidi bisa dipertahankan. Pesan ini penting untuk disampaikan seluruh rakyat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Misbakhun mencontohkan stabilitas harga elpiji 3 kilogram yang tetap terjangkau sebagai bagian dari keberlanjutan kebijakan subsidi energi. “Artinya pemerintah berusaha agar rakyatnya tidak mengalami kesulitan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus mempertahankan berbagai program subsidi lainnya, seperti listrik, Kredit Usaha Rakyat (KUR), iuran BPJS Kesehatan, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT). “Bukan ratusan juta atau ratusan miliar, melainkan ratusan triliun (rupiah, red). Itu pengorbanan negara buat bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.