Jalan Selur–Wonodadi Segera Mulus, Ali Mufthi: ‘Ini Hasil Aspirasi Masyarakat’

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI V
Anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi saat menghadiri kegiatan bersama masyarakat Dusun Tanjung, Desa Ngrayun, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, (11/6).

Jalan Selur–Wonodadi Segera Mulus, Ali Mufthi: ‘Ini Hasil Aspirasi Masyarakat’

Jakarta – Setelah belasan tahun wilayah selatan Kabupaten Ponorogo, khususnya Kecamatan Ngrayun, menanti percepatan pembangunan infrastruktur, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat. Jalan Selur–Wonodadi dipastikan segera mendapatkan pengaspalan dengan alokasi anggaran sekitar Rp7 miliar.

Proyek tersebut merupakan realisasi program Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperjuangkan melalui aspirasi masyarakat Ngrayun kepada Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Golkar, H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si. Selain pembangunan jalan, sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah Ngrayun juga akan direalisasikan pada tahun ini sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh H. Ali Mufthi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur dalam kegiatan “Sambang Dulur, Sambung Roso” yang digelar di Dusun Tanjung, Desa Ngrayun, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jumat (11/6/26).

Dalam kegiatan tersebut, H. Ali Mufthi didampingi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil IX, Hj. Atika Banowati, serta Ketua DPD Golkar Ponorogo sekaligus Anggota DPRD Ponorogo Fraksi Golkar, Eko Priyo Utomo. Hadir pula para kepala desa dari wilayah sekitar, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ketua RT, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Infrastruktur Jadi Prioritas

Dalam sambutannya, H. Ali Mufthi mengawali dengan mengenang kondisi Ngrayun yang menurutnya membutuhkan perhatian khusus dalam pembangunan.

“Pancen Ngrayun iki rodok prihatin, nggih? (Memang Ngrayun ini agak prihatin, ya?)"

Ucapan tersebut langsung disambut tawa warga yang hadir. Ia kemudian menegaskan pentingnya upaya berkelanjutan untuk mempercepat kemajuan wilayah tersebut.

"Butuh pendekatan-pendekatan khusus dari waktu ke waktu agar berkembang infrastrukturnya, masyarakatnya, dan ekonominya."

Menurutnya, percepatan pembangunan di wilayah selatan Ponorogo memerlukan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Untuk itu, ia mengungkapkan adanya komitmen bersama dalam mengawal pembangunan.

“Iki barter komitmen, Pak. Nek aku iku gowo sekian miliar (dari pusat), pemerintah daerah yo kudu ngasi sekian miliar (Ini barter komitmen, Pak. Kalau saya bawa sekian miliar dari pusat, pemerintah daerah ya harus kasih sekian miliar)."

Strategi kolaboratif tersebut, lanjutnya, berhasil mendorong tambahan dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo sehingga pembangunan di wilayah Ngrayun dapat berjalan lebih optimal.

Diselingi Humor dan Pesan Politik

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dengan gaya komunikasi yang santai dan interaktif, H. Ali Mufthi beberapa kali melontarkan guyonan yang mengundang tawa hadirin.

Salah satunya ketika menyinggung dukungan politik masyarakat Ngrayun pada masa mendatang.

"Seket ewu (50 ribu) suara ning Ngrayun iki, nggih mboten disuwun Golkar sedoyo. Sing penting Golkar ning Ngrayun iku dadi (50 ribu suara di Ngrayun, ya tidak diminta semua. Yang penting Golkar di Ngrayun itu jadi)."

Pernyataan tersebut disambut riuh tawa warga. Ia kemudian menambahkan dengan nada bercanda:

"Terus, ojo nganti 2029 sesuk 'zong' meneh! (Terus, jangan sampai 2029 besok 'zong' lagi!)"

Candaan tersebut kembali mengundang gelak tawa seluruh peserta yang hadir.

Tutup dengan Pesan Kebersamaan dan Spiritualitas

Menjelang akhir acara, suasana berubah lebih khidmat ketika H. Ali Mufthi menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada masyarakat. Ia mengajak warga untuk menjaga kebersamaan serta membiasakan berkata baik sebagaimana ajaran dalam Al-Qur'an tentang *Kaulan Sadida*.

"Sopo wonge sing iso ngomong sing apik, kuwi apik oleh kebaikan dunya lan akhirat (Siapa orangnya yang bisa bicara yang baik, itu akan mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat). Insyaallah, itu akan memperbaiki kehidupan kita."

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan dan keberkahan Kecamatan Ngrayun.

Melalui kepastian pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas pendidikan yang akan direalisasikan tahun ini, masyarakat Ngrayun kini memiliki harapan baru terhadap percepatan pembangunan di wilayah selatan Ponorogo. Aspirasi yang selama ini diperjuangkan tidak lagi sekadar menjadi catatan, tetapi mulai terwujud dalam bentuk pembangunan nyata yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat.