Gubernur Lemhanas: Camp Religi Mubarakah Jadi Ruang Kolaborasi Pemuda Berwawasan Global

  1. Beranda
  2. Berita
  3. EKSEKUTIF / KABINET
Gubernur Lemhanas RI, Ace Hasan Syadzily saat menghadiri Camp Religi Mubarakah VIII Tahun 2026 yang diselenggarakan di Pusbangdai Asrama Haji Cikembar, Sukabumi, (25/6). Foto: Tribunnews.com

Gubernur Lemhanas: Camp Religi Mubarakah Jadi Ruang Kolaborasi Pemuda Berwawasan Global

Jakarta – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) Ace Hasan Syadzily menilai penyelenggaraan Camp Religi Mubarakah VIII Tahun 2026 memiliki arti penting sebagai forum internasional yang mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperluas kolaborasi pemuda lintas negara dalam membangun generasi yang berdaya saing global.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi internasional antarpemuda masjid, tetapi juga ruang kolaborasi untuk melahirkan generasi muda yang religius, moderat, berkarakter, dan memiliki wawasan global,” ujar Ace dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (26/6/26).

Pernyataan tersebut disampaikan Ace saat membuka Camp Religi Mubarakah VIII Tahun 2026 yang berlangsung di Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai) Asrama Haji Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (25/6/26).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia serta delegasi dari 12 negara sahabat. Para peserta akan terlibat dalam pertukaran gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik mengenai pengembangan kepemudaan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Presiden Pemuda Masjid Dunia Said Aldi Al Idrus, Bupati Sukabumi Asep Jafar, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Dewi Asmara, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Pemuda Masjid Dunia Said Aldi Al Idrus menegaskan bahwa Camp Religi Mubarakah bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki keimanan kokoh, akhlak mulia, dan mampu menghadapi dinamika perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya.

“Kondisi saat ini penuh tantangan. Bahaya narkoba sudah masuk dari pintu ke pintu. Belum lagi pengaruh penggunaan handphone dan media digital yang setiap saat bisa membawa anak-anak muda pada hal-hal baik maupun buruk. Oleh karena itu, akhlak dan keimanan harus diperkuat agar mereka tetap berada di jalan yang benar,” kata Said.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda pembinaan, antara lain pembelajaran Al-Qur'an, kajian keislaman, pelatihan kepemimpinan, dialog kebangsaan dan kepemudaan internasional, pertukaran budaya antarnegara, kegiatan bakti sosial, wisata religi, hingga pembiasaan salat berjamaah dan penguatan disiplin sebagai bagian dari pembentukan karakter.

“Di sini mereka berlatih membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat berjamaah tepat waktu, membangun kedisiplinan, serta memperkuat karakter kepemimpinan. Ini bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang berakhlak dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.

Pada Camp Religi Mubarakah VIII Tahun 2026 juga diperebutkan Piala Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pemuda Masjid Dunia, H. Bahlil Lahadalia. Meski tidak dapat hadir karena menjalankan tugas kenegaraan, Bahlil menyampaikan salam dan dukungannya kepada seluruh peserta melalui Presiden Pemuda Masjid Dunia.

“Beliau sebenarnya sangat ingin hadir, namun mendapat penugasan dari Presiden sehingga tidak bisa datang. Beliau menitipkan salam kepada seluruh peserta Camp Religi Mubarakah, para pengurus Pemuda Masjid Dunia, serta insan pers yang hadir di sini,” tutur Said.

Said juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, anggota DPR RI, serta seluruh pemangku kepentingan yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berkarakter.

Melalui penyelenggaraan Camp Religi Mubarakah VIII Tahun 2026, Pemuda Masjid Dunia berharap dapat mempererat persahabatan antarbangsa, memperkuat semangat toleransi, serta mendorong lahirnya kerja sama pemuda dunia dalam mewujudkan masa depan yang damai, harmonis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat global.

Selain menjadi sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga diharapkan semakin mengukuhkan Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu pusat penyelenggaraan kegiatan kepemudaan Islam bertaraf internasional sekaligus memperluas jejaring kerja sama antarnegara dalam membangun peradaban yang berlandaskan persaudaraan, perdamaian, dan nilai-nilai keagamaan.