Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Minta TNI dan BIN Perkuat Deteksi Dini untuk Jaga Stabilitas Nasional
Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Dave Laksono mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Badan Intelijen Negara (BIN) meningkatkan kemampuan deteksi dini, analisis perkembangan situasi, serta kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi gangguan terhadap keamanan nasional.
Dave menilai pernyataan pemerintah yang menyebut situasi dalam negeri masih aman dan terkendali menunjukkan bahwa pemantauan terhadap perkembangan nasional dilakukan berdasarkan data dan informasi yang akurat. Meski demikian, stabilitas tersebut tetap perlu dijaga dengan meningkatkan kewaspadaan.
"Komisi I DPR RI menghormati hasil koordinasi pemerintah bersama TNI, Polri, dan unsur terkait dalam memantau perkembangan situasi nasional," kata Dave dalam keterangan di Jakarta, Kamis, (6/8/26)
Menurut Dave, kecepatan dan ketepatan dalam membaca dinamika yang berkembang menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas nasional. Dengan kemampuan tersebut, setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat, tepat, serta proporsional dengan tetap berpedoman pada prinsip negara hukum dan nilai-nilai demokrasi.
Selain ancaman keamanan konvensional, Dave turut menyoroti perkembangan informasi di ruang digital. Ia mengingatkan adanya penyebaran video lama yang dikemas seolah-olah merupakan kejadian terkini.
Menurutnya, pola penyebaran informasi semacam itu dapat memicu keresahan sekaligus membuat masyarakat menerima informasi yang tidak sesuai dengan fakta.
Dave menegaskan kebebasan berekspresi merupakan bagian yang harus dihormati. Namun, kebebasan tersebut tidak semestinya digunakan untuk menyebarluaskan informasi yang menyesatkan maupun memanipulasi fakta.
"Perkembangan ruang digital juga memerlukan perhatian yang sama," ucapnya.
Karena itu, Komisi I DPR RI, menurut Dave, memandang perlu adanya penguatan upaya penanganan disinformasi di ruang digital. Upaya tersebut perlu dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital bersama platform digital serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Penguatan penanganan disinformasi juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi digital masyarakat. Dave menilai masyarakat perlu semakin terbiasa melakukan verifikasi terhadap sumber, waktu, dan konteks informasi sebelum menyebarkannya kepada orang lain.
"Ruang digital Indonesia diharapkan tetap menjadi ruang publik yang sehat, terpercaya serta mendukung terjaganya stabilitas nasional dan kualitas demokrasi," ujar Dave.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyatakan kondisi keamanan di Ibu Kota maupun sejumlah daerah di Indonesia masih berada dalam keadaan aman dan terkendali.
Djamari juga menyebut aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan di pusat-pusat perbelanjaan di sejumlah lokasi, masih berjalan normal. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu indikator bahwa situasi keamanan nasional masih terjaga.
"Situasi di dalam negeri sangat-sangat mantap dan perkembangan situasi terjadi di dalam negeri masih dalam kendali kita semua," kata Djamari saat jumpa pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).
