Dukung Akses Pendidikan, Aprozi Alam Salurkan KIP Kuliah kepada Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung

  1. Beranda
  2. Berita
  3. KOMISI VIII
Dukung Akses Pendidikan, Aprozi Alam Salurkan KIP Kuliah kepada Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Anggota Komisi VIII DPR RI, Aprozi Alam menyerahkan secara simbolis bantuan KIP Kuliah kepada dua mahasiswa UIN Raden Intan Lampung. Foto: harianmomentum.com

Dukung Akses Pendidikan, Aprozi Alam Salurkan KIP Kuliah kepada Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung

Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Aprozi Alam menyerahkan bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah secara simbolis kepada dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung asal Desa Bumijaya, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.

Dua penerima bantuan tersebut adalah Dafit Jaka Patama dan Aida Munif. Penyerahan berlangsung di Desa Bumijaya sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Aprozi mengatakan, bantuan KIP Kuliah menjadi salah satu bentuk komitmen untuk membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di Lampung. Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan bagi generasi muda untuk menghentikan cita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Penyerahan hari ini merupakan simbol dari ikhtiar yang lebih besar. Kami ingin memastikan anak-anak Lampung, sejak jenjang MI hingga perguruan tinggi, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar,” ujar Aprozi.

Dia menjelaskan, perhatian terhadap sektor pendidikan tidak hanya diberikan kepada mahasiswa perguruan tinggi. Dukungan serupa juga menyasar ribuan pelajar madrasah di berbagai wilayah Provinsi Lampung, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Aprozi menegaskan bahwa persoalan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghambat bagi anak-anak dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan mengejar cita-cita. Karena itu, keberadaan program bantuan pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam mengurangi beban orang tua sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang.

“Bantuan pendidikan ini bukan sekadar program administratif. Di dalamnya terdapat harapan keluarga dan cita-cita anak-anak yang harus kita jaga,” katanya.

Khusus kepada Dafit Jaka Patama dan Aida Munif, Aprozi mengingatkan agar kesempatan yang telah diperoleh melalui program KIP Kuliah dapat dimanfaatkan secara optimal. Dia meminta keduanya bersungguh-sungguh dalam menjalani proses pendidikan dan tidak menyia-nyiakan dukungan yang telah diberikan.

“Belajarlah dengan tekun. Gunakan kesempatan ini untuk meraih cita-cita,” pesannya.

Penyerahan bantuan KIP Kuliah tersebut sekaligus menjadi wujud perhatian terhadap pemerataan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat di daerah pemilihan Lampung II.

Dengan adanya dukungan pendidikan seperti KIP Kuliah, mahasiswa maupun pelajar dari keluarga kurang mampu diharapkan tetap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa terbebani persoalan biaya. Program tersebut juga diharapkan dapat menjadi investasi untuk mencetak generasi muda Lampung yang memiliki pendidikan dan kemampuan lebih baik.

Share: